RAKYATKU.COM - Kasus meninggalnya pria China di Filipina membuat maskapai Cebu Air Inc sibuk. Seluruh penumpang yang sepesawat dengan korban ditelepon satu per satu.
Mereka ingin memastikan kondisi para mantan penumpang tersebut. Khawatir ada di antara mereka yang tertular.
Cebu Air adalah maskapai milik Cebu Pacific. Pria itu datang ke Filipina pada 21 Januari 2020. Dia menumpang pesawat dengan rute Hong Kong ke Cebu. Lalu dari Cebu ke Dumaguete di Filipina tengah.
Baru beberapa hari di Filipina, pria berusia 44 tahun itu meninggal dunia karena virus corona. Ini kematian pertama di luar China akibat virus corona.
Departemen Kesehatan mengatakan sekarang ada dua orang yang terinfeksi. Termasuk korban yang meninggal pada hari Sabtu (1/2/2020).
Pria itu, yang dirawat di rumah sakit pemerintah di Manila sejak 25 Januari. Dia menderita pneumonia parah.
Di China, jumlah kematian akibat wabah virus corona telah mencapai 304 pada Sabtu. Jumlah kasus infeksi tercatat di lebih dari 14.000.
Pria yang meninggal itu adalah pendamping wanita China berusia 38 tahun. Juga dari Wuhan. Yang pertama kali dinyatakan positif mengidap virus di Filipina.
Kedua pasien tiba di Filipina melalui Hong Kong pada 21 Januari.
Pasien yang meninggal sempat menunjukkan kondisi tubuh stabil. Ada tanda-tanda perbaikan selama beberapa hari terakhir di rumah sakit.
"Kondisinya memburuk dalam 24 jam sebelum dia meninggal," ujar Sekretaris Kesehatan, Francisco Duque.
"Kami saat ini bekerja dengan kedutaan besar China untuk memastikan pengelolaan mayat yang bermartabat sesuai dengan standar nasional dan internasional untuk mengatasi penyakit ini," katanya.
