RAKYATKU.COM,GOWA - Juru parkir (jukir) liar kian berani. Instansi pemerintah pun dimasuki. Tanpa karcis pula. Ada kesan pembiaran.
Jukir liar itu memanfaatkan ramainya peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Gowa, Minggu (2/2/2020). Tes berlangsung di kompleks kantor bupati.
Biasanya, kendaraan yang parkir di dalam kompleks pemerintahan itu tak dipungut bayaran. Eh, ternyata ada seorang pria bertopi yang meminta uang kepada pengendara.
Hanya bermodal sempritan, dia meraup banyak uang dari para calon PNS. Mulai Rp2 ribu, Rp3 ribu, hingga ada yang mengaku membayar Rp5 ribu.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Muh Basir mengaku tidak tahu ada parkir liar yang beroperasi di halaman kantor bupati.
"Tidak ada itu. Mau buat-buat saja. Di mana mau parkir, padahal ini lokasi kantor (pemerintahan). Ada-ada saja itu," katanya kepada Rakyatku.com, Minggu (2/2/2020).
Menurut dia, tidak wajar ada pungutan biaya parkir di dalam kompleks kantor pemerintahan. Apalagi, tak sedikit CPNS yang belum punya penghasilan tetap, namun justru diwajibkan bayar parkir saat berjuang untuk lulus menjadi ASN.
Basir hanya berprasangka baik. Kata dia, orang yang meminta uang parkir itu mungkin orang yang saat itu dikasihani para pelamar.
"Mungkin itu hanya dikasihani yang dilihat oleh orang lain," ujarnya.
