Jumat, 31 Januari 2020 18:15

Tak Tahan Dihina Anak Tiri dan Diduga Selingkuh, Istri Kedua Bunuh Suami 60 Tahun

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
R, istri kedua yang membunuh suaminya.
R, istri kedua yang membunuh suaminya.

Seorang pria, AP (60) meninggal pada 21 Januari 2020. Sepekan kemudian baru ketahuan bahwa dia dibunuh istri keduanya, R (42).

RAKYATKU.COM - Seorang pria, AP (60) meninggal pada 21 Januari 2020. Sepekan kemudian baru ketahuan bahwa dia dibunuh istri keduanya, R (42).

Peristiwa itu terjadi di rumahnya, Jalan Summagung II, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat itu, R hendak minggat dari rumah. AP mencegahnya hingga terjadi cekcok.

Sedang di puncak amarah, R menusuk suaminya hingga tewas. Namun, penyebab kematian itu disembunyikan. Nyaris tidak ketahuan hingga akhirnya keluarga korban curiga. 

Anak tiri korban merasa janggal dengan kematian ayahnya. Hasil penyelidikan polisi menemukan ada luka yang terlihat serius di bagian dada AP.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Jerrold Hendra Kumontoy mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan polisi pada 26 Januari 2020.

"Keluarga korban AP melihat bahwa kematian AP tidak wajar sehingga membuat laporan polisi," kata Jerrold, Jumat (31/1/2020).

Dari situ, Jerrold mengatakan pihaknya mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi termasuk pelaku dan meminta keterangan pihak rumah sakit. 

"Ketika kita melakukan pemeriksaan saudari R langsung menyampaikan bahwa dia sebagai pelaku. Dia mengaku kalau dirinya menusuk korban," katanya.

Atas laporan anak korban itu, polisi kemudian membongkar kuburan AP untuk melakukan autopsi.

Untuk mensinkronkan data, polisi melakukan pembongkaran makam dengan mengundang ahli forensik dan melakukan autopsi. Hasilnya, benar korban meninggal akibat adanya luka tusuk di bahu sebelah kiri dengan lebar 2 cm dan cukup dalam.

R berstatus istri kedua. Istri pertama AP meninggal lima tahun lalu. Dia meninggalkan tiga anak yang tinggal bersama AP dan R.

R mengaku tak tahan dihina anak tirinya sehingga minggat. Saat hendak minggat itu, korban menuduh dia memiliki laki-laki lain.