Kamis, 30 Januari 2020 21:30

Tenaga Honorer Dihapus, DPRD Gowa: Cari Regulasi Tepat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua DPRD Gowa, Rapiudding Raping.
Ketua DPRD Gowa, Rapiudding Raping.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa prihatin. Tenaga honorer di sejumlah wilayah bakal dihapus.

RAKYATKU.COM,GOWA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa prihatin. Tenaga honorer di sejumlah wilayah bakal dihapus.

Dampaknya pun akan berimbas ke angka pengangguran yang akan bertambah drastis. Jika itu tidak dilakukan secara matang.

Jumlah tenaga honorer di Kabupaten Gowa pun tidak sedikit. Bahkan ada yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun.

"Kalau yang ini harus dicarikan regulasi yang tepat. Masih banyak sekali tenaga-tenaga honorer kita. Bahkan ada sampai puluhan tahun (mengabdi)," kata ketua DPRD Gowa, Rafiuddin Raping kepada Rakyatku.com, Kamis (30/1/2020).

Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap, penghapusan itu dikaji ulang pemerintah. Apalagi jika itu dihapus, sangat berdampak bagi honorer yang sudah berkeluarga.

Para tenaga honorer berharap, penghapusan honorer dikaji matang oleh pemerintah. 

Pada sektor pendidikan, misalnya. Sekolah di wilayah terpencil lebih banyak menggunakan tenaga guru honorer. Guru berstatus PNS atau ASN hanya satu atau dua orang.

"Kalau dihapus, mesti ada solusinya. Seperti pengangkatan honorer ke PPPK," ujar Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Muh Basir saat ditemui beberapa waktu lalu.