Jumat, 31 Januari 2020 03:30
Haji 2020

Kemenag Sewa Hotel Semusim Penuh di Saudi, Jemaah Haji Bisa Lebih Leluasa

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Agama RI, Fachrul Razi.
Menteri Agama RI, Fachrul Razi.

Pemerintah melakukan sejumlah perbaikan layanan haji 2020. Salah satunya sistem sewa hotel atau penginapan di Mekah dan Madinah.

RAKYATKU.COM - Pemerintah melakukan sejumlah perbaikan layanan haji 2020. Salah satunya sistem sewa hotel atau penginapan di Mekah dan Madinah.

Tahun ini, hotel yang digunakan akan menggunakan sistem sewa semusim penuh. Tidak lagi dengan sistem sewa blocking time seperti selama ini. 

"Sekarang di Madinah dan Mekah full musim sehingga jemaah tak terganggu dan bisa dilayani dengan sangat baik," kata Menteri Agama Fachrul Razi, Kamis (30/1/2020). 

Pembaruan itu disampaikan Menag saat rapat dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Dengan demikian, saat musim haji maka penempatan hotel jemaah dapat diatur sendiri sesuai dengan kedatangan kloter-kloter. 

Pada sistem blocking time, hotel hanya disewa pada hari-hari tertentu. Sesuai dengan tanggal kedatangan jemaah calon haji.

 

Biasanya, penghuni kamar belum check out, jemaah Indonesia sudah datang. Sehingga jemaah Indonesia harus menunggu kamar mereka dibereskan terlebih dahulu.

Hal baru lainnya tahun ini, yakni fast track bagi jemaah setelah mereka tiba di Jeddah atau Madinah. 

Tahun lalu, hanya yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sehingga yang berangkat dari sana saat sampai, tak perlu ke Imigrasi terlebih dahulu sehingga langsung naik bus. 

"Kali ini kami minta juga ada di Bandara Juanda, Surabaya," kata Fachrul Razi. 

Selain itu, ada penambahan jumlah maskapai yang melayani pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji.

Tahun sebelumnya hanya dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines.

Tahun ini ada tambahan dua maskapai, yakni Citilink dan Flynas.

"Sudah (proses lelangnya). Dan pesawatnya, pesawat-pesawat bagus," jelas Menag Fachrul Razi. 

Menurut Menag, dalam proses pengadaan yang dilakukan, Kemenag menentukan spesifikasi pesawat yang digunakan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah haji.

"Kita tentukan spesifikasi pesawatnya. Kita tentukan pesawatnya tidak boleh pesawat tua. Jenis pesawatnya juga kita tentukan. Paling nggak 747 atau boeing yang selevel itu," ungkapnya. 

Disamping itu, Kemenag juga akan menambah jumlah katering di Mekah yang semula hanya 40 kali menjadi 50 kali. 

"Yang terbaru, kita juga akan menggunakan Bandara Kertajati untuk memberangkatkan jemaah haji. Jadi mulai tahun ini, jemaah haji asal Jawa Barat dapat berangkat ke tanah suci langsung dari kampung halamannya," tutur Menag.