Kamis, 30 Januari 2020 15:16

Guru SD Mengeluh Bertahun-Tahun Ditipu BRI Barru, Pihak Bank Bilang Begini

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Murni (Kiri) dan Khadaruddin Hasman.
Murni (Kiri) dan Khadaruddin Hasman.

Murniati, Guru SD Panggalungan, Kecamatan Pujananting,  diduga ditipu pihak Bank BRI unit Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

RAKYATKU.COM, BARRU - Murniati, Guru SD Panggalungan, Kecamatan Pujananting,  diduga ditipu pihak Bank BRI unit Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Dia membayar cicilan kredit kurang lebih delapan tahun. Padahal, dia merasa tidak pernah mengambil uang bank yang nilainya mencapai Rp88.900.000.

Ceritanya awalnya begini. Pada 2011 lalu, dia pernah mengambil kredit bank di BRI Barru sebesar Rp50 juta. Cicilannya, Rp1.358.000. Dengan jaminan SK PNS-nya. Jangka waktu cicilan itu 5 tahun.

Namun, pada 2012, tanpa sepengetahuanya, kreditnya bertambah menjadi Rp88.900.000. Jangka waktunya 10 tahun. Cicilannya juga naik menjadi Rp1.585.000. Padahal dia tidak pernah mengajukan kredit itu, maupun menerima uang tersebut.

Murni tidak menyadari kalau selama ini setiap bulan pembayarannya melalui potongan gajinya di bank terus-terusan terkuras.

Pada 2016, kredit Rp50 juta Murni harusnya sudah lunas. Gajinya tidak perlu lagi dipotong. Namun bukannya selesai, malah tiap bulan gajinya terus saja dipotong.

 

Murni protes. Dia kemudian mempertanyakan hal itu ke unit BRI Tanete Riaja. Namun, pihak bank menerangkan Murni lah yang mengajukan kredit itu dan sudah mengambil uangnya.

Murni tidak terima keterangan pihak bank. Karena merasa tidak melakukan itu. Dia lalu melapor ke polisi soal dugaan penipuan itu pada 2017. Namun sayang, kasusnya macet di tangan polisi.

Murni berupaya mencari pengacara dan meminta bantuan hukum lainnya. Namun sama saja. Tidak ada kejelasan. Hingga 2020 gajinya terus dipotong.

"Saya tidak pernah ajukan kredit Rp88 juta itu. Tapi saya dipaksa mengakui. Yang saya ambil kredit itu cuma Rp50 juta. Ini kenapa jumlahnya bisa tambah jadi Rp88 juta. Kasian saya, gajiku terus-terusan dipotong dengan jumlah banyak selama ini," ungkap Murni kepada wartawan di Barru, Kamis (30/1/2020).

Sementara itu, pejabat bank BRI Barru, Khadaruddin Hasman mengatakan, kasus tersebut sudah lama dan sudah tertutup di kepolisian bahkan di internal pihak Bank BRI Barru.

Menurut Khadaruddin apa yang disampaikan oleh Murni itu tidaklah benar. Sebab pihaknya memiliki bukti administrasi yang kuat meyakinkan, Murni mengambil kredit Rp88.900.000 itu.

"Saya tahu persis masalah itu. Karena saya yang menjabat sebagai Kepala Unit Tanete Riaja pada waktu itu. Ibu Murni itu memang ambil kredit Rp88.900.000 juta juga. Baru enam bulan, dia sudah sambung lagi kreditnya. Waktu itu dia datang ke kami bersama suaminya," ujar Khadaruddin ketika ditemui.

"Kalau Ibu Murni melaporkan persoalan lama ini kepada polisi lagi, silakan," tuturnya.