Senin, 27 Januari 2020 09:21

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Begini Kondisi Terbaru Penumpang Batik Air

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Seorang penumpang Batik Air diduga terinfeksi virus corona. Dia diketahui mengalami demam dalam penerbangan dari Balikpapan menuju Jakarta.

RAKYATKU.COM,JAKARTA - Seorang penumpang Batik Air diduga terinfeksi virus corona. Dia diketahui mengalami demam dalam penerbangan dari Balikpapan menuju Jakarta.

Dia menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-7270. Berangkat dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Pesawat itu membawa tujuh kru dan 142 penumpang. Pesawat yang digunakan Airbus 320-200 registrasi PK-LZL, mengudara tepat waktu pukul 13.41 wita dan mendarat di Halim Perdanakusuma pada 14.36 WIB.

"Mengenai perkembangan informasi yang beredar bahwa ada satu tamu wanita dalam penerbangan ID-7270 positif terkena virus corona adalah tidak benar," ujar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Sebagai keterangan tambahan, lanjut Danang, sebelum keberangkatan, tamu tersebut melapor dalam kondisi demam. Batik Air membawa ke KKP Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Batik Air bekerja sama dan koordinasi bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Setelah tiba di Halim Perdanakusuma, dilakukan pemeriksaan kembali dan tim medis menyatakan negatif virus corona. Tamu dimaksud mengalami gejala tifus.

Batik Air menekankan kepada setiap tamu mengikuti prosedur layanan penerbangan. Salah satunya selalu memberikan informasi secara rinci dan jelas keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat.

Itu dilakukan di counter check-in. Misalnya, jika sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan tamu lain.

"Kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis, namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan," tambah Danang.