Sabtu, 25 Januari 2020 20:50

Hanya Bayar Premi Rp36 Ribu, Petani Dapat Ganti Rugi Rp6 Juta Per Hektare jika Sawah Puso

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama petani dan peternak di Sulsel.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama petani dan peternak di Sulsel.

Kementerian Pertanian telah membuka banyak jalan. Selain kredit usaha rakyat (KUR), juga program asuransi pertanian.

RAKYATKU.COM - Kementerian Pertanian telah membuka banyak jalan. Selain kredit usaha rakyat (KUR), juga program asuransi pertanian.

Dua program ini langkah konkret pemerintah mendorong kemajuan petani. Sekaligus mencegah petani mengalami kerugian akibat gagal panen.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy mengimbau petani bisa mengakses asuransi pertanian.

"Ada asuransi padi dan asuransi ternak. Pemerintah memberikan subsidi sehingga petani dibantu dalam pembayaran preminya," kata Sarwo di Makassar, Sabtu (25/1/2020). 

Premi asuransi pertanian ini sebenarnya Rp180 ribu. Namun, petani diberi subsidi sehingga cukup membayar Rp36 ribu. Sebanyak Rp144 ribu dibayarkan pemerintah. 

"Jika padi yang ditanam mengalami puso karena kekeringan atau banjir, maka akan diganti Rp6 juta per hektare untuk satu kali masa tanam," urai Sarwo.

Sedangkan, bagi peternak yang telah mengikuti asuransi, pemerintah akan mengganti ternaknya yang mati atau hilang.

Sapi, misalnya, akan ganti Rp10 juta per ekor. Peternak cukup membayar premi Rp40 ribu. Sebagian besar dibayarkan pemerintah, yakni Rp160 ribu.

Kementan Serahkan Bantuan Rp150 Miliar

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan pertanian untuk Sulsel. Totalnya mencapai Rp150 miliar dalam berbagai bentuk.

Di antaranya 50 unit traktor roda empat. Ada juga 100 unit traktor roda dua. Lalu, 100 unit pompa air, 30 unit combine harvester.

Selebihnya dalam bentuk benih, seperti 3,3 ribu ton benih padi, 2,7 ribu ton benih jagung hibrida, 180 ton benih kacang tanah, 338 benih kedelai, 25 ton benih kacang hijau.

Ada juga pembagian kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian kepada lima perwakilan kelompok tani.

SYL berharap, KUR dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan. Agar pertanian maju, mandiri, dan modern cepat terwujud. 

"Peran itu nanti digerakkan oleh BPP sebagai pusat pelaksanaan Kostratani. Dilakukan dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian," kata Syahrul.

Kostratani, menurut Mentan Syahrul, didesain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal. Terutama yang bisa mengangkat pendapatan dan kesejahteraan petani.

"Merica yang sering kita temukan di meja restoran-restoran, dengan intervensi teknologi dan pendampingan penyuluh, ke depan hal seperti ini sudah bisa diproduksi di level Kostratani. Cita-cita bersama kita, satu Kostratani memiliki satu pabrik," ungkap Syahrul.