Selasa, 12 November 2019 08:59

Turki Mulai Pulangkan Penjuang ISIS Asing, Pertama dari Amerika Lalu Jerman

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Reuters
Reuters

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Turki telah mulai memulangkan tersangka ISIS asing ke negara asalnya.

RAKYATKU.COM, ANKARA - Seperti yang diumumkan sebelumnya, Turki telah mulai memulangkan tersangka ISIS asing ke negara asalnya.

Pada hari Senin (11/11/2019) Turki mendeportasi seorang warga Amerika. Juru bicara kementerian dalam negeri negara itu menambahkan bahwa tujuh dari Jerman akan diusir akhir pekan ini.

"Satu pejuang teroris asing Amerika dideportasi dari Turki setelah menyelesaikan prosedur," kata juru bicara Ismail Catakli, menurut kantor berita negara Anadolu. 

“Program perjalanan tujuh pejuang teroris asing asal Jerman selesai di pusat repatriasi. Mereka akan dideportasi pada 14 November,” tambahnya.

Turki telah mengkritik negara-negara Barat dan Eropa karena menolak memulangkan warganya yang pergi untuk bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak, dan bahkan mencabut kewarganegaraan mereka.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan pekan lalu bahwa Turki menahan hampir 1.200 anggota ISIS asing, dan telah menangkap 287 lainnya selama operasinya baru-baru ini di Suriah Utara.

"Kami akan mengirim tiga, lima, 10 orang kembali," kata Soylu, pada hari Jumat.

Masih belum jelas apakah Turki akan dapat memulangkan mereka yang telah kehilangan kewarganegaraan mereka. 

Meskipun Konvensi New York 1961 melegalkan pencabutan kewarganegaraan, namun beberapa negara, termasuk Inggris dan Prancis, belum meratifikasinya.

Inggris sendiri telah melucuti kewarganegaraan lebih dari 100 orang, karena diduga bergabung dengan kelompok-kelompok ekstrimis di luar negeri.