Minggu, 20 Oktober 2019 17:37

Ditawari Main Film Porno, Produser Langsung Batalkan Saat Tahu Wanita Ini Masih Punya Penis

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ria Cooper
Ria Cooper

Seorang wanita transgender mengaku jadi korban diskriminasi 'transphobia'. Dia merasa dilecehkan oleh seorang produser.

RAKYATKU.COM, INGGRIS - Seorang wanita transgender mengaku jadi korban diskriminasi 'transphobia'. Dia merasa dilecehkan oleh seorang produser.

Awalnya, Ria Cooper (25) yang merupakan transgender termuda di Inggris, ditawari sebagai bintang film porno wanita, oleh seorang fotografer, 10 tahun lalu.

Saat itu kata Ria, seorang individu anonim, mengirim pesan WhatsApp kepadanya, mengatakan dia ingin berhubungan seks di depan kamera, kemudian menjual film porno itu untuk mendapatkan uang tunai cepat. 

Tetapi, fotografer itu tidak tahu kalau Ria adalah transgender. Ketika dia melihat foto bugil kiriman Ria, fotografer itu kaget saat melihat Ria masih memiliki organ reproduksi pria. Fotografer sekaligus produser itu, langsung menarik kembali tawarannya. 

Dalam pesan WhatsApp, fotografer itu dengan terus terang menyatakan, bahwa dia tidak bisa bekerja dengannya karena dia masih punya penis. 

Ria telah mengecam 'perilaku transphobia' itu, dan mengatakan bahwa dia didiskriminasi secara tidak adil dalam mengejar karier modeling. 

Wanita dari Hull, East Yorks, telah melaporkan komentar tersebut kepada Humberside Police, yang sedang menyelidiki insiden itu sebagai kejahatan rasial. 

Ria mengatakan, pria itu menghubunginya melalui WhatsApp, setelah Ria merilis portofolio pemodelan glamor barunya secara online. 

Fotografer itu mengatakan kepada Ria, bahwa industri itu seperti 'keluarga' dan bersumpah untuk membantunya mencapai karier puncaknya. 

Setelah menemukan Ria adalah transgender, pria itu memutuskan semua hubungan dengan Ria. "Padahal di profil media sosial saya, jelas-jelas saya tulis kalau saya adalah waria," ujar Ria.

Ria menggambarkan komentar itu sebagai 'diskriminatif' dan 'mengerikan', dan menyebut pelecehan itu dengan rasis. Dia berbicara tentang pelecehan itu, karena dia ingin membantu orang transgender lain yang menderita pelecehan. 

Ahli terapi kecantikan itu berkata: "Ketika saya pertama kali berubah, saya merasa itu sangat menakutkan dan sangat membingungkan." 

“Saya tidak memiliki siapa pun untuk bersandar, untuk meminta dukungan. Tetapi, sekarang saya merasa nyaman dan percaya diri dengan kulit saya sendiri, saya ingin membantu orang lain." 

Polisi Humberside telah mengkonfirmasi, bahwa petugas sedang menyelidiki tuduhan tersebut. Seorang juru bicara pasukan mengatakan: "Kami menerima laporan tentang peristiwa kebencian kemarin, pada hari Rabu, 16 Oktober. Laporan itu telah dicatat dan akan diselidiki."