Kamis, 16 Mei 2019 16:06

Hingga Pertengahan Mei Realisasi PAD Masih Minim

Al Khoriah Etiek Nugraha
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. Int.
Ilustrasi. Int.

Hingga pekan ke dua Mei 2019, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Toraja Utara baru mencapai Rp7,8 miliar, dari target Rp56,2 miliar yang dibebankan APBD tahun 2019.

RAKYATKU.COM, TORAJA UTARA - Hingga pekan ke dua Mei 2019, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Toraja Utara baru mencapai Rp7,8 miliar, dari target Rp56,2 miliar yang dibebankan APBD tahun 2019.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara, Magdalena Layuk Allo mengatakan, dari capaian yang ada, terlihat sekali mana OPD yang rajin menyetor PAD dan mana yang tidak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) merupakan penghasil PAD terbesar hingga Mei 2019, yakni sebesar Rp6,4 miliar. Disusul Dinas Pariwisata Rp486,7 juta, Dinas Perhubungan Rp235 juta, Retribusi sampah Rp203,5 juta, Dinas Perindagkop Rp181,3 juta, Dinas Kesehatan 103,8 juta, Dinas PM dan PTSP Rp118,1 juta, dan Dinas Perikanan Rp5,5 juta. Sementara Dinas Infokom masih Rp0.

“Dari sekian banyak OPD, ada yang masih nol persen, ada pula yang masih 2,60%, juga 3,85% dan 5,53%,” tutur Magdalena dalam acara coffee morning, yang digelar Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, di objek wisata Ke’te Kesu’, Kamis (16/05/2019).

Dia berharap semua OPD di kabupaten Toraja Utara bekerja sama dan bekerja keras untuk menghimpun PAD, sehingga bisa digunakan pemerintah untuk membangun.

Hal ini sangat berdasar, karena belajar dari tahun 2018 yang lalu, dimana target PAD yang dibebankan sebesar Rp58,2 miliar dan hanya tercapai sekitar 60 persen.