Kamis, 29 Agustus 2019 17:33

Penajam Paser Utara Ternyata Endemis Malaria, Bupati: Nanti Kita Bangun Rumah Sakit Baru

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud swafoto bersama warga.
Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud swafoto bersama warga.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dipilih sebagai ibu kota baru ternyata berstatus endemis malaria.

RAKYATKU.COM - Presiden RI Joko Widodo sudah memutuskan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara.

Salah satu pertimbangannya, lahan di wilayah itu masih luas dan aman dari bencana. Salah satunya gempa bumi.

Namun, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya pikiran berbeda. Anggota DPR RI terpilih asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Suryadi Jaya Purnama justru mengusulkan ibu kota pindah ke wilayah bencana.

Usul itu disampaikan dalam diskusi di kantor CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019). Diskusi itu bertajuk, "Anggota DPR Baru yang Muda: Apa yang Bisa diperbuat?"

Menurut dia, daerah yang tepat untuk dijadikan ibu kota baru pengganti DKI Jakarta adalah Lombok, Nusa Tenggara Barat, daerah yang justru rawan bencana alam. 

"Pemerintah jangan sembunyi di daerah aman," ujar pengganti Fahri Hamzah di DPR RI ini.

Menurut Suryadi, ibu kota lebih baik dipindahkan ke daerah rawan bencana agar pemerintah berpikir sekaligus mengupayakan daerah itu aman dari dampak bencana alam.

Kawasan Endemis Malaria

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dipilih sebagai ibu kota baru ternyata berstatus endemis malaria.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud tak mengelak kabupaten yang dipimpinnya masih berstatus endemis malaria.

Terkait hal ini pihaknya telah melakukan beberapa hal. Salah satunya dengan berencana membangun rumah sakit baru di sana.

"Sebenarnya kalau suku asli yang ada di Kalimantan Timur itu juga mempunyai obat herbal, yang kita tahu kemarin tumor juga, kanker itu bisa diobati dengan obat herbal, yaitu akar bajakah," papar Abdul Gafur kepada wartawan di Hotel Tara Yogyakarta, Kamis (29/8/2019). 

Selain mengandalkan pengobatan tradisional, Abdul juga berupaya mengusahakan layanan pengobatan modern. 

"Kami juga berupaya untuk meningkatkannya (pelayanan kesehatan) dengan membuat dua rumah sakit yang tipe C di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku," lanjutnya.

Abdul menjelaskan, saat ini wilayah Penajam Paser Utara baru memiliki rumah sakit (RS) tipe C. Ia berharap setelah adanya dua RS tipe C di Babulu dan Sepaku, RS di Kecamatan Penajam bisa naik kelas menjadi tipe B.

Namun Abdul yakin layanan kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara akan membaik seiring dengan rencana dipindahkannya ibu kota negara yang baru ke kabupaten tersebut.