RAKYATKU.COM, MAKASSAR - DPRD Kota Makassar meminta pengelola Pasar Segar untuk secara suka rela menutup semua tenant-tenant yang diduga menggunakan lahan fasum-fasos.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi C, Susuman Halim, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama pengelola pasar segar, Dinas DTRB, Dinas PTSP dan Dinas Perumahan Kota Makassar, Sabtu (20/7/2019).
"Karena ini sudah ada pemanfaatan fasum, makanya kita minta agar tenant-tenant yang ada di pasar segar itu ditutup untuk sementara waktu sampai ada kejelasan dari pemerintah kota. Kami juga meminta pemerintah kota untuk tegas dan tidak tebang pilih," kata Sugali sapaan akrabnya.
Alasan agar ditutup sementara, lantaran kuat dugaan bahwa lahan tenant yang dikomersialkan oleh pengelola pasar segar tersebut tidak memiliki izin dari pemerintah kota.
"Ini adalah persoalan yang bisa lagi dikompromikan karena ini sudah jelas melanggar. Makanya kita minta mereka secara suka rela menutup untuk sementara waktu," jelasnya.
Namun demikian lanjut Sugali, pihaknya masih akan melakukan peninjauan apakah memungkinkan untuk ditutup sementara atau tidak.
"Kalau dari kami ini malam harus ditutup sementara, tapi dari pihak pengelola meminta waktu untuk disosialisasikan dulu ke pemilik tenant. Makanya sebentar kita akan tinjau, kalau tidak memungkinkan ini malam, paling lambat besok (Minggu) tenant-tenant secara suka rela harus ditutup untuk sementara sampai ada persetujuan pemerintah kota," terangnya.