RAKYATKU.COM - Yunus Trianto, perampok yang dikeroyok warga, ternyata pernah menusuk Muhtarom saat masih menjabat bupati Madiun.
Yunus kembali ditangkap polisi setelah merampok sebuah toko emas di Magetan baru-baru ini. Densus 88 sampai turun tangan karena dia membawa kaleng bersumbu saat beraksi.
Namun, Yunus tidak sampai menikmati hasil rampokannya. Saat akan meninggalkan toko emas, dia dikeroyok sejumlah warga setelah karyawan toko berteriak.
Akhirnya, uang Rp10 juta dan beberapa perhiasan hasil rampokan berhasil diselamatkan. Namun, kaca etalase toko berhamburan setelah dipecahkan pelaku.
Sepuluh tahun lalu, Yunus pernah bikin heboh. Betapa tidak, dia berani menusuk Bupati Madiun periode 2008-2018, Muhtarom. Aksi itu dilakukan di tengah-tengah acara yang dihadiri bupati.
Kasus itu terjadi pada acara Bakti Sosial Terpadu (BST) di Lapangan Desa Kincangwetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa malam (23/12/2009) sekitar pukul 23.30 WIB.
Akibat tusukan tersebut, Bupati mengalami luka memar di bagian perut sebelah kanan dan dirawat di puskesmas setempat.
Peristiwa penusukan tersebut terjadi saat bupati bersama pejabat muspida dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggelar acara sarasehan BST di Desa Kincangwetan yang diramaikan dengan hiburan oleh seniman Kirun.
Dalam acara sarasehan, bupati terlibat dialog dengan warga terkait permasalahan yang dihadapi warga desa setempat. Diduga, jawaban yang dilontarkan bupati dianggap berlebihan oleh tersangka sehingga tersangka tidak puas.
Modusnya, pelaku pulang dan mempersiapkan sebuah obeng. Saat acara sarasehan akan berakhir warga yang hadir bersalaman dengan Bupati dan pejabat lainnya.
Bersamaan dengan itu, tersangka juga berusaha mendekati bupati dan tanpa disadari oleh semuanya, tersangka langsung mengayunkan obengnya ke perut bupati.
Ulah tersangka membuat kaget warga dan menghebohkan acara sarasehan. Keributan sempat terjadi, dan polisi yang waktu itu juga berjaga-jada langsung mengamankan tersangka. Sementara, bupati langsung dilarikan ke Puskemas Jiwan untuk pertolongan medis.
Beruntung Muhtarom saat itu tidak mengalami luka yang serius.
Yunus mengaku menyerang bupati lantaran tak suka dengan cara Muhtarom membagi-bagi bantuan saat bertatap muka dengan masyarakat.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota, AKP Suharyono membenarkan Yunus merupakan narapidana yang menusuk Muhtarom.
Muhtarom saat ini terpilih menjadi anggota DPR RI dari PKB.
Menurut Suharyono, Yunus menusuk Muhtarom karena apa yang diminta warga saat sarasehan itu digelar selalu dituruti korban.
"Dia (YT) tidak suka karena masyarakat minta ini dikasih dan minta itu dikasih," kata Suharyono.
