RAKYATKU.COM - Jepang akan mengirim pejabat paten ke Amerika Serikat minggu depan untuk mengadakan diskusi mengenai Kim Kardashian yang mencoba merek dagang "Kimono." Hal yang dilakukan Kim secara luas dikecam sebagai perampasan budaya di media sosial.
Sementara Menteri Perdagangan Jepang, Hiroshige Seko menyadari keputusan Kardashian untuk menyingkirkan moniker, dia masih mencari "pemeriksaan menyeluruh" atas masalah tersebut, dikutip dari Nextshark.com, Jumat (5/7/2019).
Kardashian menyebabkan reaksi global minggu lalu setelah mengumumkan rencananya untuk merek dagang "Kimono," "mengambil pakaian dan solusi untuk wanita yang benar-benar bekerja."
Minggu ini, selebritis berusia 38 tahun itu mengakui kegaduhannya, menyatakan bahwa merek solusinya akan diluncurkan "dengan nama baru."
Seko, yang bersumpah untuk mengikuti situasi ini dengan seksama, akan mengirim eksekutif paten ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada 9 Juli untuk "bertukar pandangan tentang masalah tersebut dengan tepat."
"Ini telah menjadi masalah besar di media sosial," kata menteri perdagangan pada konferensi pers di Tokyo, menurut Reuters , menambahkan bahwa masalah seperti itu berada di bawah yurisdiksinya. “Kimono dianggap di seluruh dunia sebagai bagian yang berbeda dari budaya kita. Bahkan di Amerika, kimono dikenal sebagai orang Jepang. ”
