RAKYATKU.COM - Buron teroris mengenakan sabuk peledak telah ditembak mati oleh polisi di ibukota Tunisia. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia, Sofiene Zaag mengkonfirmasi bahwa Aymen Smiri yang berusia 23 tahun telah terbunuh setelah dikejar oleh polisi di Tunis.
Laporan awal menyatakan bahwa seseorang meledakkan dirinya setelah dikelilingi oleh petugas. Tidak jelas apakah pelaku bom bunuh diri yang diduga melepaskan bom atau apakah ledakan itu terjadi setelah dia ditembak, dikutip dari Mirror Online, Rabu (3/7/2019).
Tidak ada korban selain dari Smiri, yang menurut saksi mata mengenakan pakaian wanita.
Dua pembom bunuh diri melancarkan serangan ganda di ibukota Tunisia pekan lalu menewaskan satu orang dan menyebabkan beberapa orang lainnya cedera.
Serangan pertama menargetkan mobil polisi di jalan Charles de Gaulle di pusat kota Tunis.
Satu perwira polisi tewas dan setidaknya satu perwira lainnya dan tiga warga sipil terluka dalam ledakan pertama, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Empat lainnya diduga terluka dalam ledakan kedua di distrik al-Qarjani. Negara Islam mengaku bertanggung jawab atas dua serangan itu.
Tunisia telah memerangi kelompok-kelompok militan yang beroperasi di daerah-daerah terpencil di dekat perbatasan dengan Aljazair sejak pemberontakan menggulingkan pemimpin otokratis Zine Abidine Ben Ali pada 2011.
Oktober lalu, seorang wanita meledakkan dirinya di pusat Tunis, melukai 15 orang termasuk 10 petugas polisi dalam ledakan yang mematahkan periode tenang yang lama setelah puluhan orang tewas dalam serangan militan pada 2015.
