Sabtu, 29 Juni 2019 21:09

Putra Ketua DPD Perindo Barru Ditemukan Tewas di Wc, Diduga Bunuh Diri

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Putra Ketua DPD Perindo Barru Ditemukan Tewas di Wc, Diduga Bunuh Diri

Putra Ketua DPD Perindo Barru, Nur Afadil Salam Harda (27) ditemukan tewas diduga gantung diri di rumah kontrakannya, di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Sabtu dini hari (29/6/2019) sekitar p

RAKYATKU.COM, BARRU - Putra Ketua DPD Perindo Barru, Nur Afadil Salam Harda (27) ditemukan tewas diduga gantung diri di rumah kontrakannya, di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Sabtu dini hari (29/6/2019) sekitar pukul 02.30 Wita.

Kasubbag Humas Polres Barru, AKP Sainuddin menjelaskan bahwa, Fadil pertama kali ditemukan oleh istrinya, Juni Andini tergantung di kuseng WC rumahnya ketika ia hendak ke dapur membuat susu formula untuk bayinya.

Juni panik seketika lalu menghampiri dan menggunting lilitan kain jilbab berwarna cokelat muda ditubuh suaminya.

Setelah itu, Juni menelepon kakak kandungnya, Nur Wahyudi untuk meminta bantuan. "Tolong Fadil.... tidak tau maka berbuat apa," demikian kata Juni diujung telfonnya seperti terungkap dalam keterangan tertulis polisi.

Nur Wahyudi lalu menelepon orang tua Fadil, Ketua DPD Perindo Barru, Abdul Salam Harda dan istrinya untuk bersama-sama menuju ke rumah Fadil.

Sesampainya di lokasi, ketiganya sempat tertahan di depan pintu rumah lantaran pintu terkunci. Kunci disimpan oleh Fadil. Beberapa saat barulah mereka masuk menggunakan kunci duplikat setelah membangunkan pemilik kontrakan.

Ketiganya lalu masuk dan mendapati Fadil dalam posisi telentang di dalam rumah. Fadil lalu di bawah ke rumah sakit. Namun sayang Fadil dinyatakan telah meninggal dunia. 

Orang tua Fadil lalu membawa jenazah anaknya ke rumah duka di Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau. Sekitar pukul 09.00 Wita mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak yang berwajib.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun demikian belum diketahui motif kematian Fadil. 

Sementara pihak keluarga sudah pasrah dengan kejadian itu. Mereka menolak proses autopsi mayat Fadil.

"Istri dan kedua orang tua Fadil menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak keberatan atas meninggalnya almarhum, dan menganggap kalau kejadian tersebut merupakan takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa," kata AKP Sainuddin dalam keterangan tertulisnya.