Minggu, 30 Juni 2019 07:01

Mulai dari Memanas Hingga Meremas, Gelang Ini Bisa Baca Suasana Hati Orang

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
FOTO: Lancaster University
FOTO: Lancaster University

Sejumlah ilmuan di Inggris menciptakan gelang pintar yang bisa menunjukkan suasana hati seseorang. Gelang itu akan berubah warna, memanas, meremas atau bergetar dalam menanggapi tingkat gairah pemakai

RAKYATKU.COM - Sejumlah ilmuan di Inggris menciptakan gelang pintar yang bisa menunjukkan suasana hati seseorang. Gelang itu akan berubah warna, memanas, meremas atau bergetar dalam menanggapi tingkat gairah pemakai.

Pita revolusioner dilengkapi dengan sensor yang mengukur konduktivitas listrik kulit, dikutip dari Mirror Online, Minggu (30/6/2019).

Perangkat ini dapat memonitor orang yang didiagnosis dengan depresi, kecemasan dan gangguan bi-polar dan membantu mengendalikan perasaan mereka dengan lebih baik.

Perangkat teknologi tinggi ini dipresentasikan pada konferensi Designing Interactive Systems di San Diego setelah selusin orang mengenakan prototipe selama dua hari.

Penemu alat ini adalah Muhammad Umair, seorang mahasiswa PhD dalam bidang komputasi di University of Lancaster. "Mengetahui emosi kita dan bagaimana kita dapat mengendalikannya adalah keterampilan rumit yang sulit dikuasai banyak orang. Idenya adalah untuk mengembangkan teknologi mandiri yang dapat digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari mereka dan dapat melihat apa yang mereka alami," kata dia.

"Perlengkapan pribadi afektif yang dikenakan di pergelangan tangan dapat berfungsi sebagai jembatan antara pikiran dan tubuh dan benar-benar dapat membantu orang terhubung dengan perasaan mereka."

Tujuannya adalah agar orang menjadi lebih sadar secara emosional dalam waktu nyata. Sehingga mereka dapat mengubah perilaku atau minum obat.

"Peserta mulai memperhatikan respons emosional mereka pada saat itu, menyadari suasana hati mereka telah berubah dengan cepat dan memahami apa yang menyebabkan perangkat diaktifkan," jelas Umair.

"Salah satu temuan yang paling mencolok adalah perangkat membantu peserta mulai mengidentifikasi respons emosional yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan, bahkan hanya setelah dua hari."

Teknologi inovatif mendorong para sukarelawan untuk berhenti dan merenungkan perasaan mereka setiap kali gelang diaktifkan.