RAKYATKU.COM - Gelombang panas yang hebat akan memanggang Eropa dalam beberapa hari mendatang. Dan itu bisa menjadi catatan bersejarah yang berpotensi menghancurkan sebagian besar benua tersebut.
Gelombang panas diperkirakan akan memuncak antara Rabu dan Jumat, ketika petak dari Spanyol ke Polandia diperkirakan akan melihat suhu setidaknya 20 hingga 30 derajat Fahrenheit (11 hingga 17 derajat Celsius) di atas normal.
Suhu aktual harus meningkat hingga setidaknya 35 hingga 40 derajat Celsius di atas area yang luas, dikutip dari Science Alert, Minggu (30/6/2019).
Beberapa lokasi bahkan bisa lebih panas, terutama di kota-kota di mana efek "pulau panas" dari aspal dan beton meningkatkan suhu.
Mika Rantanen, seorang ahli meteorologi di Finlandia, menggambarkan prakiraan model komputer untuk intensitas panas yang "sama sekali tidak pernah terjadi pada Juni" di Prancis.
Gelombang panas awal musim panas bisa sangat mematikan, karena orang belum punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan suhu yang lebih tinggi. Orang dewasa yang lebih tua, tunawisma, dan mereka yang tidak memiliki pendingin udara paling rentan terhadap penyakit terkait panas.
"Gelombang panas adalah pembunuh diam-diam," tweeted Stefan Rahmstorf , seorang ilmuwan iklim di Universitas Potsdam. "Gelombang panas Eropa 2003 telah menyebabkan sekitar 70.000 kematian. Musim panas tahun lalu di Jerman diperkirakan telah menyebabkan setidaknya 1.000 kematian berlebih."
Suhu tertinggi kemungkinan terjadi di seluruh daratan barat dan tengah Eropa. Beberapa yang paling terpukul di Spanyol dan Prancis diperkirakan akan melihat suhu setidaknya 104 derajat Fahrenheit (40 Celcius) selama tiga hari berturut-turut, Rabu hingga Jumat.
