Rabu, 26 Juni 2019 11:02

Foto Menyayat Hati Ayah dan Balitanya Tenggelam di Perbatasan AS-Meksiko

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
CNN
CNN

Pemerintah El Salvador mengidentifikasi mereka sebagai Oscar Alberto Martinez dan putrinya, Angie Valeria M, yang berusia 2 tahun.

RAKYATKU.COM - Sebuah foto menyayat hati menunjukkan kekejaman era Donald Trump terhadap migran.

Foto itu diambil dari perbatasan AS-Meksiko, menunjukkan seorang ayah dan putrinya tertelungkup di dalam air. Gadis muda itu terselip di dalam baju ayahnya, dan lengan kanannya melingkar di lehernya.

Mereka berasal dari Salvador, dan tenggelam ketika mencoba untuk sampai ke Amerika Serikat.

Mereka ditemukan di sisi Meksiko Rio Grande, dekat Matamoros, di seberang Brownsville, Texas.

Pemerintah El Salvador mengidentifikasi mereka sebagai Oscar Alberto Martinez dan putrinya, Angie Valeria M, yang berusia 2 tahun.

Menurut laporan Vox, Oscar dan istrinya, Tania Vanessa Avalos telah berusaha memasuki Amerika Serikat menggunakan hak hukum mereka untuk mencari suaka. 

Mereka ditahan di sebuah kamp migran di sisi perbatasan Meksiko, sebuah kamp yang tidak memiliki cukup makanan, sementara suhu meningkat hingga lebih dari 110 derajat Fahrenheit.

Jadi mereka memutuskan untuk menyeberangi Rio Grande sendiri, tanpa izin.

Awalnya, Oscar dan Valeria berhasil menyeberang. Tetapi ketika Oscar kembali ke air untuk membantu Tania menyeberang, Valeria juga kembali melompat.

Jadi Oscar berenang kembali untuk mengambil putrinya, tetapi arus membawa mereka berdua. Tania tidak bisa melakukan apa-apa selain menyakiskan mereka.

Ketika foto mayat Oscar dan Valeria menghantam internet pada Selasa sore, orang-orang mulai menyorot perlakuan pemerintah Trump terhadap migran. Foto itu dengan cepat menuai kemarahan dan kesedihan.

Bagi banyak orang, pemandangan itu mengingatkan kita pada gambar ikonik 2015, tentang seorang anak migran yang tenggelam di pantai Turki. Tetapi ayah anak itu tidak melarikan diri ke Eropa, melainkan mencoba mencapai Amerika Serikat.

Pejabat Salvador mengatakan ayah dan putrinya tenggelam pada hari Minggu. Mayat mereka ditemukan hari Senin.

Menteri Luar Negeri Salvador Alexandra Hill mengatakan pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Meksiko untuk memulangkan mayat mereka.

Dia juga meminta orang-orang yang berencana untuk bermigrasi ke Amerika Serikat secara ilegal agar tidak melakukannya.

"Negara kita sedang berkabung, sekali lagi. Saya mohon, kepada semua keluarga, orang tua, jangan ambil risiko," katanya. "Hidup lebih berharga."