RAKYATKU.COM, GOWA - Sejumlah titik di wilayah Kabupaten Gowa menjadi tempat pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat. Misalnya di Jalan Tun Abd Razak dan Jalan Macanda.
Salah satu pengendara, Syahrul mengatakan, aampah tersebut menjadi pemandangan kurang baik pagi pengendara yany sedang melintas di jalan tersebut dan akan biang penyakit bagi masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut.
"Mengganggu ketertiban jalan bagi pengendara maupun masyarakat. Saat ini juga masih ada beberapa masyarakat yang masih saja membuang sampah di tempat itu meskipun sudah ada papan peringatan," katanya saat ditemui di Jalan Maccanda.
Tumpukan sampah itu juga sudah hampir memasuki badan jalan. Sehingga dikhawatirkan akan menggangu arus lalu lintas, terutama saat sore hari.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, Marzuki M mengatakan, sampah plastik yang dihasilkan setiap hari mencapai 0,5 kilogram per hari setiap orang.
Sampah plastik tersebut lebih didominasi sampah plastik bekas air mineral. Hampir di sejumlah wilayah, terutama di daerah padat penduduk sering ditemukan sampah plastik jenis tersebut.
"Sampah yang dihasilkan Gowa sekitar 136.746 ton per tahun itu berdasarkan dengan jumlah penduduk dan standar nasional. Khusus untuk Kecamatan Somba Opu dengan jumlah penduduk sebanyak 168.231 jiwa, sampah yang harus ditangani sekitar 84 ton per hari," ungkap Marzuki kepada Rakyatku.com.
Dia juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan bank sampah dan menjadi nasabah dalam bank tersebut. Pihaknya akan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Marzuki berharap, seluruh masyarakat, perkantoran, instansi pemerintahan, swasta membentuk unit bank sampah. Sampah anorganik yang masuk dalam bank tersebut bisa bernilai ekonomis. Sedangkan untuk sampah organik bisa bernilai pupuk kompos.
