Selasa, 04 Juni 2019 17:31

Pendeteksi Bencana Buatan SMK 3 Gowa akan Dipasang di Gunung Bawakaraeng

Al Khoriah Etiek Nugraha
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.

Selain dipasang di tengah laut, sebagai tanda peringatan naiknya air laut, alat pendeteksi tsunami buatan siswa SMK 3 Gowa, juga akan dipasang di Gunung Bawakaraeng. 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Selain dipasang di tengah laut, sebagai tanda peringatan naiknya air laut, alat pendeteksi tsunami buatan siswa SMK 3 Gowa, juga akan dipasang di Gunung Bawakaraeng. 

"Di Gunung Bawakaraeng gunanya sebagai early warning system jika suatu waktu air sungai naik akibat longsor di Bawakaraeng," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo kepada Rakyatku.com.

Kata None, sapaan akrab Irman, jika bencana terjadi, maka alat tersebut akan mengirimkan sinyal ke pusat penerima sinyal (receiver) gong yang ada di kawasan Benteng Rotterdam. Gong itu kemudian berbunyi, dan mengirimkan sinyal lagi ke receiver lainnya di beberapa titik. 

"Termasuk relay ini kita tempatkan di beberapa tempat. Termasuk di sekolah. Gong ini akan berbunyi di sekolah, supaya anak didik cepat terselamatkan," jelasnya. 

Katanya, penanda bencana itu akan berbunyi di hp warga yang sudah memiliki aplikasinya. Di aplikasi itu, termasuk akan disampaikan akses jalan yang harus dilewati ketika terjadi tsunami.

"Termasuk di situ ada meeting point. Alat ini sudah kita banyak koordinasikan. Termasuk sama SAR, tim SAR Unhas juga," tambahnya.