RAKYATKU.COM, GOWA - Camat Bungaya Muhammad Nasir Tompo mengakui, kepemimpinan Adnan-Kio di tahun ke 3 sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki dampak pembangunan di Kecamatan Bungaya tersebut.
Hal tersebut sudah termasuk komitmen Adnan-Kio dalam mendorong percepatan pembangunan yang wilayahnya. Utamanya di wilayah dataran tinggi.
Nasir mengatakan, khusus di Bungaya, percepatan pembangunan telah terealisasi sekitar 80 persen. Misalnya untuk jalanan yang teraspal sudah dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dan untuk tahun ini akan kembali digenjot melalui anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah.
"Pengalaman saya sejak jadi lurah hingga camat memang telah merasakan percepatan pembangunan yang terjadi di Gowa. Apalagi di dataran tinggi. Pembangunan disana sudah sangat bagus, baik itu jalannya pengairannya maupun jembatannya," ungkap Nasir.
Dirinya mengatakan,hal ini membuktikan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh aparat pemerintah di level bawah hingga elemen masyarakatnya terus dipertahankan.
"Kami akui kepemimpinan Adnan-Kio ini memang sangat merangkul masyarakatnya dan sangat mementingkan kesejahteraan masyarakatnya," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gowa mengalokasikan anggaran Rp 20,9 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana di Kecamatan Bungaya di tahun 2019 ini. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gowa saat melakukan kunjungan safari ramadhan, di Desa Mangempang Kecamatan Bungaya, Senin (13/5/2019) lalu.
Ia mengatakan, sudah sepatutnya Pemkab Gowa memberikan perhatian kepada masyarakatnya salah satunya di Kecamatan Bungaya dalam rangka membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik dan sejahtera dimasa yang akan datang.
"Pembangunan bisa berjalan hingga saat ini berkat dukungan dan respon positif dari masyarakat, sehingga kami berusaha memberikan pembangunan yang merata di Kabupaten Gowa," ungkap Karaeng Kio sapaan akrabnya
Selain itu, Wabup Gowa menyampaikan arah pembangunan di Kabupaten Gowa mengedepankan lima program yakni di bidang pendidikan, keagamaan, infrastruktur dan pembangunan mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pertanian.
