Sabtu, 01 Juni 2019 13:03

Ini Pesan Nurdin Abdullah di Hari Kesaktian Pancasila

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ini Pesan Nurdin Abdullah di Hari Kesaktian Pancasila

Gubernur Sulawesi Selatan, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (1/6/2019).

RAKYATKU. COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (1/6/2019).

Nurdin Abdullah membacakan langsung sambutan Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Hariyono. Nurdin Abdullah mengatakan, sebagai bangsa besar, kita tidak akan meninggalkan sejarah. 

"Seperti apa yang pernah disampaikan Bung Karno pernah disebut 'Jas Merah'. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara. Itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional," kata Nurdin. 

Nurdin berharap, sudah tidak ada lagi perdebatan tentang kelahiran Pancasila. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila, secara simultan dan terus menerus.

"Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai "leitstars dinamis", bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan," jelasnya. 

Lebih jauh Nurdin mengungkapkan, sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia. Sebagai negara bangsa yang inklusif, diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. 

"Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural, harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun "Tamansari Kebudayaan" yang memungkinkan, semua mahkluk hidup tumbuh suai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua," pungkasnya.