Selasa, 28 Mei 2019 15:32

Jelang Keberangkatan 28 Guru PAUD ke Jepang, Liestiaty F Nurdin Berikan Pelatihan

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Jelang Keberangkatan 28 Guru PAUD ke Jepang, Liestiaty F Nurdin Berikan Pelatihan

Sebanyak 28 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi Sulawesi Selatan diundang untuk menghadiri Coaching Pembentukan dan Penguatan Kader Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga dan Masyarakat P

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebanyak 28 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi Sulawesi Selatan diundang untuk menghadiri Coaching Pembentukan dan Penguatan Kader Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Grand Imawan Makassar, Selasa (28/5/2019).

Coaching ini terlaksana atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan serta Bunda PAUD Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan adanya rencana keberangkatan 28 guru PAUD dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Sulawesi Selatan ke Jepang pada Juni mendatang.

“Insya Allah, guru-guru PAUD di Provinsi Sulawesi Selatan bisa pergi ke Jepang dan melihat langsung seperti apa sekolah-sekolah yang ada di sana," ujar Liestiaty F Nurdin selaku Bunda PAUD Provinsi Sulsel. 

Setelah para guru berangkat pada bulan Juni, kata Ketua TP PKK Sulsel ini, "Insya Allah nanti Bunda Paud se-Kabupaten/Kota menyusul untuk berkunjung ke Jepang dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari sana,” ungkapnya.

Kunjungan yang direncanakan akan berlangsung selama lima hari di negara Sakura ini nantinya akan melihat langsung seperti apa proses pembelajaran murid-murid pada dua sekolah yang ada di Fukuoka, Jepang. 

Selain itu mereka juga akan mengunjungi museum yang ada di Fukuoka untuk merasakan langsung simulasi gempa bumi dan bagaimana cara penanggulangannya.

“Selain melihat proses pendidikan di sana. Saya harap ibu-ibu semua betul-betul memanfaatkan kesempatan ini dan memperhatikan apa-apa saja yang ada di sana, termasuk kalau bisa juga melihat seperti apa toilet yang ada di sekolah sana,” tuturnya.

Lulusan Faculty of Fisheries Kyushu University Japan ini juga meminta para guru PAUD yang diberangkatkan ke Jepang untuk memperhatikan seperti apa kandungan gizi pada menu-menu makan siang yang ada di sekolah tersebut, guna memberikan contoh yang baik untuk PAUD di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan ini, istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ini juga berbagi cerita tentang pengalamannya tinggal di Fukuoka selama 5 tahun dan mengantar putri pertamanya saat bersekolah pada usia 3 tahun di Jepang.

Sekadar diketahui, seluruh guru PAUD yang berangkat ke Jepang dibiayai secara penuh.