RAKYATKU.COM, WONOGIRI -- Saat ini kondisi Kasat Reskrim Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, masih kritis di RS Dokter Oen Solobaru. Itu diungkap Kabag Ops Kompol Agus Pamungkas, sebagaimana dilansir Detik, Senin, 13 Mei 2019.
Itu setelah pada Rabu, 8 Mei 2019, AKP Aditia dikeroyok saat mengamankan tawuran dua kelompok perguruan silat di sekitar SPBU Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri, tengah malam.
AKP Aditia sebenarnya dalam masa mutasi jabatan. Dia dipersiapkan jadi Kapolsek Semarang Tengah. Serah terima jabatan sudah akan dilakukan, ketika AKP Aditia kritis akibat jadi korban pengeroyokan hingga gegar otak.
"AKP Aditia Mulya Ramdhani Pernah menjadi Kasospol Air, selanjutnya menjadi Dan Kapal 3 buah. Yakni KP (Kapal Patroli) Randeyan 203, KP Lemukutan 601 dan KP Lumba lumba 603, semuanya di Ditpolair Polda Kalbar," ujar Kabag Ops Kompol Agus Pamungkas kepada detikcom, Senin (13/5/2019).
Jabatan yang disandang perwira kelahiran Bandung, 2 Juni 1984 itu, berdasarkan data dari Sumda Polres Wonogiri, antara 2009 hingga 2010. Sebelumnya begitu lulus dari Akpol 2006 dengan pangkat Ipda, AKP Aditia bertugas sebagai Paman Polda Kalbar.
Selanjutnya bertugas di Polda NTT di Ditreskrimum dan Ditpolair, hingga mutasi sebagai Pama Baharkam Polri. Kemudian mutasi menjadi Kasatlantas Polres Purworejo dan Kebumen, hingga panda Agustus 2017 menjabat Kapolsek Pasar Kliwon Solo. Selang setahun kemudian pindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri.
"Pada Jumat 10 Mei 2019 kemarin sebetulnya sertijab menjadi Kapolsek Semarang Tengah," beber Kompol Agus.
AKP Aditia si anak tunggal ini memiliki seorang istri bernama Dewi Setiyowati dan tiga anak, Junot Arthaf (10), Calista Zora (9), dan Bianca Indira (4). Alamat domisili di Jalan Dr Wahidin 161 Semarang.
Pria berperawakan sedang ini menempuh pendidikan di PTIK dan lulus 2012 dengan titel SIK. Mendapatkan pula pendidikan PA Nautika, PA Idik TP Illegal Fishing, dan Inspektur Gakkum Lantas.
AKP Aditia adalah perwira yang berprestasi. Prestasi terakhirnya, saat mengungkap kasus pembunuhan caleg Partai Golkar yang juga anggota DPRD Sragen bernama Sugimin, dan tidak sampai 24 jam, mengamankan pasangan suami istri yang merupakan salah satu dosen perguruan tinggi swasta di Kediri.
