Minggu, 12 Mei 2019 18:02

Kejam, Suami Aniaya Istri yang Hamil hingga Janinnya Keluar

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Postingan seorang wanita Thailand di media sosial, mendapat perhatian luas, ketika dia mengekspos suaminya yang kejam yang memukulnya sampai keguguran.

RAKYATKU.COM, THAILAND - Kekerasan dalam rumah tangga, tidak baik.

Postingan seorang wanita Thailand di media sosial, mendapat perhatian luas, ketika dia mengekspos suaminya yang kejam yang memukulnya sampai keguguran.

Menurut China Press, wanita berusia 36 tahun itu bekerja di panti pijat, di mana dia bertemu suaminya (sekarang), yang lebih muda darinya pada 10 tahun lalu. Dia senang dirinya menemukan pasangan dan memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi ibu rumah tangga.

Tapi belakangan baru ketahuan, suaminya pemalas dan pengangguran. Itu membuatnya kembali bekerja dengan perut hamil.

Suaminya juga kerap meminta uang darinya sepanjang waktu, sementara dia tinggal di rumah tanpa melakukan apa pun.

Sang istri menabung sejumlah uang untuk sang suami memulai bisnis karinya. Tetapi bisnis karinya gagal, dan modalnya habis. 

Dia tidak ingin kehilangan uang lagi, jadi dia menolak memberikannya, yang berujung pada pertengkaran dan suami akan memukulinya.

Dalam perkelahian baru-baru ini, suami meminta uang dari korban lagi, tetapi karena suami tidak mendapatkan jumlah yang dia inginkan, dia memukulinya.

Kali ini, dia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya, dan banyak darah menetes ke lantai. Sebuah daging yang menyerupai janin, terlihat di genangan darah.

Tepat setelah itu terjadi, dia memutuskan bahwa dia sudah cukup banyak mengalami penganiayaan. Setelah mengambil foto luka-lukanya dan janin yang diaborsi, ia kemudian pergi ke rumah sakit.

Dilaporkan bahwa dia memiliki dua anak, satu dengan mantan suaminya, dan satu dengan yang sekarang. Kedua anak itu berada di rumah ibu mertuanya. Dia belum bisa melihat atau menghubungi mereka selama berhari-hari, dan dia cemas tentang anaknya yang lebih tua (anak perempuan dari mantan suaminya). Akan sulit baginya untuk hidup di lingkungan yang bermusuhan seperti itu.

Warganet berkomentar, alih-alih memposting insiden ini di media sosial, dia seharusnya melaporkannya ke polisi.

Polisi menyatakan, mereka telah melihat postingan media sosialnya tetapi belum menerima laporannya. Mereka berusaha menghubungi wanita dan suaminya yang kejam.