RAKYATKU.COM, LHOKSEUMAWE – Aidil Syahputra Ginting (40), awalnya mengaku kesurupan saat membunuh istri, Irawati Nurdin (34) dan dua anak tirinya, Zikra (12) dan Yazid (1,5). Ternyata itu hanya untuk menutupi motif sebenarnya, yakni harta.
Pembunuhan itu terjadi pada Selasa dini hari, (7/5/2019), di sebuah rumah dua tingkat, di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.
Pelaku ingin menguasai harta benda sang istri, yang dinikahinya sejak lima bulan lalu. Pelaku adalah suami ketiga korban.
Dari hasil pemeriksaan di Mapolres Lhokseumawe, pelaku yang berprofesi sebagai kuli bangunan tersebut, berencana menghabisi istri dan anak tirinya, untuk menguasai harta korban.
“Motif pembunuhan murni karena ekonomi,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang saat pemaparan kasus pembunuhan tersebut di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (8/5/2019), sebagaimana dilansir dari iNews.
Menurut Indra, dari hasil pemeriksaan, korban mendapatkan harta dari suami pertamanya yang cukup kaya. Sementara suami ketiga korban hanya kuli bangunan, dengan pendapatan pas-pasan.
Irawati Nurdin (33) diduga masih hidup usai dibantai suaminya, Aidil Saputra, di rumahnya di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5/2019) dini hari.

Ini rumah milik Irawati Nurdin. Di rumah mewah inilah, korban dan dua anaknya dihabisi suami ketiganya, Aidil Syahputra Ginting.
Dia masih sempat mengirim SMS (pesan singkat) kepada salah seorang kerabatnya bernama Silmam (30), yang juga tinggal di gampong (desa) setempat.
Saat itu, Silmam masih terjaga, ketika SMS dari Irawati masuk ke ponselnya, pada pukul 01.19 WIB. Bunyinya, "Nyak di mana".
Karena belum dibalas, pada pukul 01.20 WIB, Irawati kembali mengirim SMS, "Nyak tolong".
Melihat permintaan tolong Irawati, Silmam lalu membalas, "Kenapa cek?" pada pukul 01.25 WIB.
Belum sempat dijawab, Silmam kemudian mendapat telepon dari Zulkifli (35), yang merupakan tetangga korban, bahwa seorang anak korban bernama Zikri (4), telah loncat dari lantai dua rumahnya dan merangkak ke rumah Zulkifli.
Saat itu, Zikri yang merupakan putra korban, lolos dari pembantaian ayahnya, setelah melompat dari jendela, lantai dua rumahnya.
Dia lalu merangkak ke rumah Zulkifli, dan menceritakan Ibu, kakak, dan adiknya telah dibunuh dan meninggal dunia semua.
Zulkifli lalu memberitahukan ke warga yang lain, dan mengerumuni rumah tersebut. Sementara Aidil Saputra, telah melarikan diri saat melihat salah satu anaknya meloncat.
Warga mendapati, Irawati telah tewas bersimbah darah. Di sampingnya putranya, Zikra Muniza (10) juga tewas bersimbah darah. Sementara Yazid (1,5), ditemukan tewas di bak mandi.
Irawati dan Aidil baru menikah lima bulan lalu. Dia adalah suami ketiga korban.
Dalam hitungan jam, Tim Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan sadis itu.
"Benar, tersangka telah telah kita tangkap. Tersangka ditangkap di kawasan Lambaro Aceh Besar sekitar pukul 08.00 WIB tadi. Kini sedang kita bawa pulang ke Lhokseumawe," ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, seperti dilansir dari Tribunnews.
Pelaku ditangkap polisi saat turun dari angkutan umum, di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Bersama pelaku, polisi menyita dua tas yang berisi parang dan palu.
