RAKYATKU.COM - Pertempuran selama berminggu-minggu di pinggiran ibukota Libya telah menewaskan 264 orang dan menyebabkan lebih dari 1.200 terluka.
Angka itu dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa, ketika para pemimpin Afrika menyerukan gencatan senjata segera.
WHO juga telah mendesak "penghentian permusuhan sementara, dan bagi semua pihak untuk menghormati hukum kemanusiaan".
Pertempuran di mulai pada hari Kamis 4 April, ketika orang kuat yang berbasis di Timur, Khalifa Haftar melancarkan serangan ke ibu kota.
Selanjutnya, pasukan yang setia kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, yang berbasis di Tripoli, melancarkan serangan balik pada akhir pekan.
Sejak saat itu, ledakan dan tembakan terus berlanjut, termasuk ledakan besar di dekat Tripoli.
Pertempuran di pinggiran selatan Tripoli sejauh ini telah menyebabkan sedikitnya 35.000 orang mengungsi, kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Libya, Maria do Valle Ribeiro, pada hari Senin.
