Selasa, 23 April 2019 16:45

Bayi Dua Bulan Meninggal di Pangkuan Orang Asing di Pesawat AirAsia

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Nadia Parenzee
Nadia Parenzee

Nadia Parenzee mengatakan insiden itu terjadi dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Perth, menggunakan AirAsia.

RAKYATKU.COM - Seorang wanita menggambarkan situasi menegangkan ketika seorang bayi asing meninggal dalam pangkuannya di dalam pesawat.

Nadia Parenzee mengatakan insiden itu terjadi dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Perth, menggunakan AirAsia.

Dia menceritakan bahwa dia menawarkan bantuan kepada orang tua bayi itu karena dia bisa melihat mereka tertekan oleh tangisan putri mereka yang berumur dua bulan.

Nadia juga telah menyerukan untuk mencari apakah ada dokter di dalam pesawat.

Dia mengatakan upaya resusitasi berlanjut sampai mereka mendarat, tetapi sayangnya bayi itu meninggal saat dia menggendongnya.

"Hati saya mati rasa dan saya tidak tahu bagaimana merasakannya, tetapi saya benar-benar merasa terhormat telah memeluknya dan membacakan doa sebelum dia meninggal," tulis Nadia dalam posting Facebook.

Wanita asal Perth ini menggambarkan tragedi itu sebagai "situasi paling berkonfrontasi yang mungkin dapat dilaluinya".

Berbicara kepada ABC News, Nadia mengatakan: "Saya langsung membawa bayi itu dan saya bisa melihat bahwa dia berwarna abu-abu dan dia kesulitan bernapas, jadi saya mengucapkan sedikit doa."

"Saya berteriak: kami butuh dokter, kami butuh dokter, dan sekitar 20 orang berlari," kata mantan perawat itu.

Dia mengatakan bahwa dokter segera memulai CPR dan terus berusaha menyadarkan si kecil kembali selama dua jam, sampai pesawat mendarat di Perth. Namun upaya mereka gagal.

Orang tua bayi itu dilaporkan berasal dari Arab Saudi. Mereka bepergian ke Australia bersama bayi mereka untuk memulai kehidupan baru, kata Nadia. 

Terlepas dari takdir bayi itu, Nadia memuji cara AirAsia menangani insiden tersebut. Dia menggambarkan mereka sebagai profesional dan luar biasa.

Seorang juru bicara AirAsia mengonfirmasi kepada ABC News bahwa ada keadaan darurat medis dalam penerbangan itu.

Mereka mengatakan mereka tidak dapat berkomentar lebih jauh tentang situasi bayi itu, tetapi mengatakan bahwa pikiran mereka tertuju pada keluarga itu.