Kamis, 31 Januari 2019 17:36

Ternyata Anggaran Rp3,8 Miliar Gedung Call Center 112 Terpadu Hanya untuk Kerangka

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Warga melintas di depan lokasi pembangunan proyek gedung Call Center 112 terpadu.
Warga melintas di depan lokasi pembangunan proyek gedung Call Center 112 terpadu.

Hal ini berdasarkan pantauan kasat mata warga yang melintas di lokasi pembangunan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar ini.

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Proyek pembangunan gedung Call Center 112 terpadu diragukan oleh berbagai pihak akan rampung hingga masa waktu tambahan selama 50 hari dari awal anggaran. Hal ini berdasarkan pantauan kasat mata warga yang melintas di lokasi pembangunan proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar ini.

Namun, keraguan itu dijawab Sukriadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Kamis (31/1/2019).

"Pekerjaan akan selesai tepat waktu dari perpanjangan yang diberikan. 27 Januari kemarin progres sudah 93,2 persen," jelas dia .

Sukri mengatakan, pembangunan gedung tidak dianggarkan rampung secara utuh. "Kontraknya yang Rp3,8 miliar memang hanya kerangka saja. Jadi tidak jadi secara keseluruhan," terangnya.

Adapun item yang tidak masuk anggaran di 2018, kata Sukri, yakni atap, dinding, tegel lantai, dan sejumlah item lain. "Intinya dari anggaran itu cuma kerangkanya saja," tutur dia.

Saat ditanya perbandingan gedung Call Center 112 Terpadu dengan auditorium, Sukri mengaku secara luasan bangunan lebih besar auditorium.

"Auditorium BJ Habibie hanya dua lantai sedangkan gedung Call Center 112 tiga lantai sehingga secara struktur beda," jelasnya.

Rencananya, tahun ini, kembali dianggarkan Rp3,8 miliar untuk perampungan gedung Call Center 112. "Jadi item yang masuk kontrak 2018, kerangka tiang, fondasi, dan pelat bangunan tiga lantai," tuturnya.