Sabtu, 19 Januari 2019 14:05

Licik! KKSB Putarbalik Fakta, Penembak Pekerja di Nduga Disebut OPM Buatan TNI

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tentara OPM
Tentara OPM

OPM atau KKSB Papua, terus melancarkan propaganda lewat media sosial. Salah satunya menyebut, penembak pekerja di Nduga adalah OPM buatan Indonesia.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Berbagai propaganda licik, dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua.

Mereka menggencarkan propaganda ke dunia internasional. Seolah-olah mereka teraniaya, dan seluruh peristiwa penembakan di Papua adalah rekayasa Indonesia.

Propaganda itu mereka sebar lewat media sosial. Umumnya Facebook.

Seperti dilakukan akun Facebook @OPM Wone. Akun bergambar profil kaus kaki motif bintang kejora ini menyebut, Indonesia sengaja membuat OPM gadungan, yang dibekali senjata canggih, dan menembaki pekerja jembatan di Nduga.

"Bara api tidak dapat dibungkus dalam kain, dan sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh jua. Sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai, akan tercium juga aroma busuknya," postingan akun @OPM Wone.

Menurut akun tersebut, beberapa pepatah di atas mewakili sifat, watak dan perilaku bodoh yang sedang dipamerkan Indonesia.

Alasannya, ada pertanyaan sederhana tapi menggelitik. Dari manakah OPM sekarang dapat senjata canggih yang berstandard internasional? Kenapa TNI dan POLRI yang katanya dibekali dengan latihan kemampuan khusus, kok tidak bisa menangkap pelaku penembakan? 

Pertanyaan lainnya, kenapa TNI dan POLRI tidak bisa menginfokan jenis dan amunisi kaliber berapa, senjata yang dipakai OPM untuk tembak pekerja jalan trans di Nduga?? 

Dia juga mempertanyakan, kenapa Pangdam dan Kapolda punya no hp OPM sekarang? 

"Ada sandiwara apa ini semua? OPM sekarang yang punya senjata canggih itu adalah opm gadungan buatan Indonesia. Bagi orang asli Papua yang pro merdeka, harus tahu ini semua," pungkasnya.

Teror terhadap pasukan TNI terus dilakukan KKSB di Papua. Jumat, 18 Januari 2019 kemarin, seorang anggota TNI, Praka Makamu tewas ditembak KKSB Papua pimpinan Lekagak Telenggen, di Distrik Yambi, Puncak Jaya, Papua.