RAKYATKU.COM,PARIGI MOUTONG — Krisis akibat fenomena El Nino yang memicu kekeringan dan penurunan drastis debit air telah memberikan tekanan berat bagi para petani yang selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ Hadji Kalla) menggencarkan upaya adaptasi melalui program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Program yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir ini menyasar tiga desa, yakni Desa Ta’aniuge (Kecamatan Tomini), serta Desa Baina'a Barat dan Desa Ambason Mekar (Kecamatan Tinombo). Melalui inisiatif ini, warga didorong untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu komoditas hulu yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Kembangkan Diversifikasi Tahan Cuaca dan Usaha Rumahan
Baca Juga : Dukung Syiar Islam, LAZ Hadji Kalla Salurkan Bantuan Sound System ke 120 Masjid dan Pesantren di Sulawesi
Program Manager Bidang Community and Development Care (Comdev) LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, menjelaskan bahwa perubahan iklim menuntut masyarakat untuk mencari sumber penghasilan alternatif yang lebih adaptif.
"Ketika terjadi El Nino berupa kemarau panjang, kelompok masyarakat yang fokus pada satu komoditas pertanian menghadapi tantangan berat akibat kekeringan. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lain agar sumber pendapatan keluarga tidak hanya bergantung di sisi hulu," ungkap Erny.
Melalui program DBS, para petani dan warga diajarkan untuk membudidayakan komoditas alternatif yang lebih tahan terhadap fluktuasi cuaca, seperti timun, kacang panjang, dan kakao. Selain itu, warga juga dilatih merintis usaha kreatif rumahan, mulai dari pengolahan daun kelapa menjadi sapu lidi dan piring lidi, hingga pembuatan suvenir kerajinan tangan berupa celengan karakter. Diversifikasi ini menjadi strategi nyata agar masyarakat tetap produktif dan memiliki sumber pendapatan yang beragam.
Apresiasi Pemerintah Desa
Kehadiran program pemberdayaan ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Kepala Desa Ambason Mekar, Abdul Aziz E. Hamu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada LAZ Hadji Kalla atas pendampingan intensif yang telah diberikan selama dua tahun belakangan. Menurutnya, warga desa tidak hanya mendapatkan peningkatan keterampilan, tetapi juga merasakan peningkatan ekonomi secara nyata.
"Saya selaku Kepala Desa Ambason Mekar sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZ Hadji Kalla yang telah banyak menjalankan kegiatan pemberdayaan di desa kami. Semoga semakin banyak desa yang mendapatkan pendampingan serupa, dan kami berharap warga dapat terus melanjutkan program ini secara mandiri meskipun masa pendampingan telah usai," tutur Abdul Aziz.
Baca Juga : Cetak Generasi Qur'ani dari Desa, LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp Berkonsep Alam di Enrekang
Pendekatan melalui program DBS dirancang agar tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, melainkan membekali masyarakat dengan kemandirian ekonomi jangka panjang, sehingga kelompok tani dan warga lokal lebih siap menghadapi ketidakpastian lingkungan di masa depan.