Kamis, 29 Oktober 2026 16:41
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH) sukses mempertahankan momentum bisnis yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JAKARTA — PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH) sukses mempertahankan momentum bisnis yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sekaligus peningkatan profitabilitas yang signifikan di tengah langkah agresifnya bertransformasi menjadi AI TechCo.

 

Berdasarkan laporan kinerja per 28 Oktober 2026, pendapatan Indosat tumbuh sebesar 11% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp45,8 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat solid di angka Rp21,1 triliun, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2% YoY menjadi Rp4,9 triliun. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara.

Lonjakan ARPU dan Strategi AI Hyper-Personalization

Baca Juga : Tak Perlu ke Jakarta, Pemuda Makassar Bangun Bisnis AI hingga Layani Klien Luar Negeri Berkat Dukungan Telkomsel

Kinerja positif tersebut ditopang oleh bisnis inti telekomunikasi yang kokoh. Pertumbuhan ini didorong oleh penerapan strategi AI hyper-personalization berbasis data, yang memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman pelanggan yang jauh lebih relevan serta mengoptimalkan monetisasi.

 

Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan tercatat tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp46.000. Tren peningkatan ini juga sejalan dengan lonjakan trafik data sebesar 16,0% yang menyentuh angka 14.829 petabyte.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa bisnis konektivitas yang tangguh merupakan fondasi utama dalam memuluskan langkah transformasi perusahaan.

Baca Juga : Startup Makassar Belyo Tembus 20 Besar NextDev Telkomsel, Tawarkan Solusi AI untuk UMKM

"Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya," ujar Vikram Sinha.

Ia menambahkan, investasi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) kini telah mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap bisnis, seiring komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan Indonesia melalui akses teknologi yang merata.

Ekspansi Bisnis AI Cloud dan Ekosistem Full-Stack

Baca Juga : IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro, Kuota 175GB Mulai Rp499 Ribu per Bulan

Melangkah lebih jauh dari sekadar investasi infrastruktur konvensional, Indosat secara agresif mengakselerasi lini bisnis AI guna menciptakan nilai komersial yang nyata. Pendapatan dari solusi Indosat AI Cloud tercatat menembus USD50 juta pada sembilan bulan pertama 2026—melampaui perolehan sepanjang tahun 2025 yang berada di angka USD28 juta. Angka ini diproyeksikan bakal mencapai USD100 juta menjelang akhir tahun 2026.

Guna menjawab tingginya permintaan komputasi AI secara global maupun nasional, Indosat membangun ekosistem AI full-stack terintegrasi yang menggabungkan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, hingga aplikasi enterprise.

Sebagai tulang punggung konektivitas, Indosat mengandalkan jaringan fiber sepanjang 86.000 km milik RAIA Grid. Di sisi lain, kehadiran Zankore by Indosat difokuskan untuk mengembangkan infrastruktur AI generasi baru dengan target ambisius kapasitas jangka panjang hingga 1 gigawatt (GW).

Baca Juga : Perkuat Jaringan Indosat 5G di Makassar, Eric Wilyanto Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital Lokal

Hadirkan Indosat Intelligence Suite Lewat Kemitraan Strategis

Untuk mempermudah adopsi teknologi bagi pelaku usaha, Indosat meluncurkan Indosat Intelligence Suite melalui kerja sama strategis bersama F5. Solusi ini memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI dalam satu lapisan terpadu, sehingga perusahaan dapat mengontrol biaya serta memperluas penggunaan AI secara terukur.

Melalui sinergi antara ketangguhan bisnis telekomunikasi dan ekosistem AI yang komprehensif, Indosat optimistis dapat terus menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat posisi strategis Indonesia dalam lanskap ekonomi digital regional maupun global