RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Kabar menggembirakan datang bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Perguruan tinggi tersebut tengah mempersiapkan program praktik mengajar internasional yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan langsung di Filipina mulai 2027.
Program tersebut dijajaki melalui kerja sama antara Unismuh Makassar dan University of Luzon, Filipina, yang dirancang berlangsung secara timbal balik.
Artinya, mahasiswa Unismuh berpeluang menjalani praktik mengajar di Filipina, sementara mahasiswa University of Luzon juga dapat memperoleh pengalaman serupa di Indonesia.
Baca Juga : Unismuh Makassar Bakal Gelar Wisuda Ke-89, 1.598 Lulusan Siap Dikukuhkan
Rencana tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan balasan tujuh delegasi University of Luzon ke Unismuh Makassar, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Menara Iqra Unismuh Makassar, dengan melibatkan pimpinan universitas, para dekan, serta pengelola kerja sama internasional dan penelitian.
Unismuh Dorong Kerja Sama Internasional yang Berdampak Nyata
Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, Dr Ihyani Malik, menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen atau kesepakatan antarlembaga.
Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi harus diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen.
“Tinggal sekarang adalah bagaimana kita mengimplementasikan apa yang mereka sampaikan tadi,” ujar Ihyani dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga : Unismuh Makassar Bakal Wisuda 1.600 Lebih Lulusan
Ia menilai berbagai tawaran kerja sama yang disampaikan delegasi University of Luzon memiliki peluang besar untuk direalisasikan karena sejalan dengan kebutuhan pengembangan akademik sejumlah fakultas di Unismuh.
Ihyani juga meminta fakultas dan unit kerja segera menindaklanjuti berbagai rencana kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Unismuh sekarang memang sudah mesti melompat dari level nasional ke level internasional,” tegasnya.
Baca Juga : Dirancang Jadi Pusat Bisnis dan Konsolidasi, Gedung IKA Unismuh Makassar Kebut Pengerjaan Fisik
Mahasiswa FKIP Berpeluang Mengajar di Sekolah Filipina
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah praktik mengajar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar di sekolah laboratorium University of Luzon.
Dekan College of Teacher Education University of Luzon, Dr Imelda E Cuartel, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun kesepakatan awal dengan Unismuh dalam pengembangan pendidikan keguruan.
University of Luzon memiliki sekolah laboratorium yang mencakup jenjang prasekolah, sekolah dasar, hingga sekolah menengah.
Fasilitas tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat praktik mengajar mahasiswa Unismuh dari berbagai bidang pendidikan.
Sebaliknya, mahasiswa University of Luzon juga berpeluang menjalani praktik mengajar di Indonesia.
Imelda menjelaskan bahwa mahasiswa pendidikan keguruan di Filipina diwajibkan menyelesaikan 800 jam praktik mengajar sebelum menuntaskan studi.
Melalui kerja sama ini, sebagian pengalaman praktik tersebut berpeluang dilakukan di Indonesia selama satu hingga dua pekan.
Namun, mekanisme pengakuan akademik dan pelaksanaan program masih perlu disepakati lebih lanjut oleh kedua perguruan tinggi.
Program Awal Dijajaki Januari hingga Maret 2027
Menurut Imelda, sejumlah mahasiswa University of Luzon telah menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti praktik mengajar di Indonesia.
Pelaksanaan program mulai dibicarakan untuk periode Januari hingga Maret 2027 dengan mempertimbangkan kalender akademik masing-masing universitas.
Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar, Dr Maharida Manindar, menjelaskan bahwa sejumlah dokumen kerja sama telah disiapkan dalam kunjungan sebelumnya ke Filipina.
Karena itu, pertemuan di Makassar diarahkan untuk memperjelas langkah pelaksanaan program pada tingkat fakultas.
Maharida mengusulkan agar pemberangkatan mahasiswa dapat dimulai dalam jumlah terbatas sebagai tahap awal.
“Boleh mengirim satu atau dua dulu sebagai kickoff,” kata Maharida.
Langkah tersebut diharapkan menjadi permulaan untuk menguji kesiapan pelaksanaan program sebelum dikembangkan dalam skala lebih luas.
Siapkan Dua Penelitian dan Modul Pembelajaran Bersama
Selain pertukaran mahasiswa, Unismuh Makassar dan University of Luzon juga membahas tiga program kolaborasi akademik dalam bidang pendidikan.
Dua program diarahkan pada penelitian bersama, sedangkan satu program lainnya berupa pengembangan modul pembelajaran lintas budaya.
Penelitian pertama akan mengkaji perbandingan kondisi sosial dan psikologis siswa sekolah menengah pertama di Indonesia dan Filipina.
Penelitian kedua berfokus pada perbandingan kemampuan menulis mahasiswa calon guru dari kedua perguruan tinggi.
Sementara itu, program ketiga berupa penyusunan modul pembelajaran bersama yang memuat praktik kebudayaan Indonesia dan Filipina.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami persamaan dan perbedaan budaya sekaligus mengembangkan kemampuan akademik melalui pengalaman kolaborasi internasional.
Kerja sama juga mencakup peluang pengembangan pembelajaran bahasa Inggris pada tingkat sekolah menengah.
Kolaborasi Meluas ke Psikologi, Bahasa, dan Bisnis
Tidak hanya bidang pendidikan keguruan, kerja sama kedua universitas juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.
Dekan College of Liberal Arts University of Luzon, Dr Carmelita Quinto, menawarkan program mobilitas mahasiswa psikologi.
Program yang dijajaki meliputi observasi akademik, magang singkat, serta penelitian perbandingan bahasa Indonesia dengan bahasa Filipino dan Pangasinan.
Gagasan kolaborasi kebudayaan juga disampaikan Dr Maria Emma Tovera dari University of Luzon.
Ia mengusulkan penyusunan buku bersama mengenai hubungan budaya Makassar dan Pangasinan.
Kajian tersebut berpotensi membahas kemiripan bahasa, tradisi keluarga, nilai sosial, dan kehidupan masyarakat kedua wilayah.
Ketertarikan Tovera muncul setelah menemukan sejumlah kesamaan kosakata selama berada di Makassar.
Salah satunya adalah kata “bayar”, yang menurut pengamatannya juga digunakan dengan makna serupa dalam bahasa Pangasinan.
Temuan tersebut dinilai dapat menjadi titik awal penelitian mengenai hubungan bahasa dan kebudayaan kedua wilayah.
Sementara itu, Dr Gino Ramos dari University of Luzon menawarkan kerja sama penelitian mengenai kewirausahaan dan industri perhotelan.
Pihaknya juga menjajaki peluang praktik kerja mahasiswa melalui mitra industri Unismuh serta penyelenggaraan simposium bersama bagi mahasiswa sarjana dan pascasarjana.
Bidang Farmasi hingga KKN Internasional Ikut Dijajaki
Peluang kerja sama juga berkembang ke bidang kesehatan.
Perwakilan bidang farmasi University of Luzon membuka kemungkinan pelaksanaan magang singkat mahasiswa di Indonesia pada 2027.
Program tersebut dapat berupa pengenalan praktik kefarmasian di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun industri yang memiliki hubungan kemitraan dengan Unismuh.
Di sisi lain, Fakultas Agama Islam Unismuh turut mengusulkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional.
Program tersebut berpotensi melibatkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam dalam kegiatan pendampingan siswa serta penelitian psikologi atau konseling di Filipina.
Melalui berbagai peluang tersebut, kerja sama Unismuh dan University of Luzon diharapkan tidak terbatas pada satu program studi, tetapi dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.
Unismuh dan University of Luzon Jajaki Riset Kejahatan Siber
Kolaborasi internasional kedua perguruan tinggi juga membuka peluang penelitian mengenai persoalan sosial dan kejahatan siber.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh, Dr Nasrul Haq, menawarkan penelitian lintas disiplin bersama College of Criminology University of Luzon.
Menurutnya, perbedaan struktur program studi tidak menjadi hambatan untuk mengembangkan penelitian bersama.
Bidang yang berpotensi dikaji mencakup administrasi publik, kriminologi, pemerintahan, dan berbagai persoalan sosial.
Usulan tersebut mendapat perhatian dari perwakilan College of Criminology University of Luzon, Dr Dante A De Castro.
Ia menyoroti pentingnya penelitian mengenai kejahatan siber dan sistem penegakan hukum.
Persoalan kejahatan siber dinilai memiliki dimensi lintas negara sehingga membuka ruang bagi kedua perguruan tinggi untuk bertukar pengalaman dan melakukan penelitian perbandingan.
Perkuat Reputasi Kampus di Tingkat Internasional
Selain pertukaran mahasiswa dan penelitian, kunjungan delegasi University of Luzon juga membahas strategi peningkatan reputasi perguruan tinggi.
Salah satu topik yang dibicarakan adalah pengembangan pemeringkatan internasional melalui dokumentasi kegiatan akademik yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Imelda menjelaskan bahwa University of Luzon berupaya memastikan berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat memiliki keterkaitan dengan indikator pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola, akreditasi, serta partisipasi dalam pemeringkatan internasional.
Bagi Unismuh Makassar, pertukaran pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam memperkuat pengelolaan kerja sama dan reputasi akademik di tingkat global.
Praktik Mengajar 2027 Jadi Langkah Awal
Kunjungan tujuh delegasi University of Luzon ke Unismuh Makassar dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 30 Oktober 2026.
Selama kunjungan, kedua perguruan tinggi mengagendakan diskusi kerja sama di tingkat fakultas serta kuliah tamu yang melibatkan akademisi dari kedua universitas.
Berbagai rencana kolaborasi yang dibahas selanjutnya memerlukan tindak lanjut berupa penyusunan mekanisme pelaksanaan, penyesuaian kalender akademik, dan koordinasi antarfakultas.
Program praktik mengajar lintas negara pada 2027 menjadi salah satu langkah awal yang diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa Unismuh Makassar untuk memperoleh pengalaman pendidikan internasional.
Melalui kerja sama tersebut, Unismuh berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga semakin aktif membangun jejaring akademik internasional.
