Minggu, 11 Oktober 2026 20:42
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, hadir memberikan wawasan mendalam mengenai urgensi hukum dalam dunia bisnis korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, hadir memberikan wawasan mendalam mengenai urgensi hukum dalam dunia bisnis korporasi, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kuliah umum ini diikuti oleh sekitar 520 mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Minggu, 11 Oktober 2026.

 

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Pembinaan Mahasiswa Hukum Tahap I yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unhas. Mengusung tema “Revitalisasi Esensi Keluarga Mahasiswa: Internalisasi Nilai-nilai Insan Yuris Guna Memanifestasikan Tri-Dharma Perguruan Tinggi”, acara ini juga menghadirkan Regional Manager Bank Panin Sulsel, Hudli Huduri, serta Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Makassar, Asrul Alimina, sebagai pembicara.

Dalam pemaparannya, Akhirman menggarisbawahi bahwa aspek hukum memegang peranan yang sangat strategis dalam operasional bisnis BUMN. Hukum tidak sekadar berfungsi sebagai landasan kepatuhan (compliance), melainkan sebagai instrumen vital untuk menjamin tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Baca Juga : Perkuat Jaringan Indosat 5G di Makassar, Eric Wilyanto Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital Lokal

Kompleksitas bisnis BUMN menuntut perusahaan untuk mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha (business sustainability) dan pelaksanaan mandat pelayanan publik demi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemahaman hukum menjadi kebutuhan mutlak mulai dari tahap pengambilan keputusan, manajemen risiko, penyusunan kerja sama bisnis, hingga eksekusi operasional sehari-hari.

 

"Dalam dunia bisnis BUMN, pemahaman hukum sangat penting agar setiap keputusan dan aktivitas perusahaan memiliki landasan yang jelas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hukum bukan sekadar aspek kepatuhan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan para pemangku kepentingan," ungkap Akhirman.

Lebih lanjut, ia mendorong para mahasiswa hukum agar aktif memperluas wawasan praktis di luar ruang kelas, memahami dinamika industri korporasi, serta mengimbangi kompetensi hukum dengan integritas dan kemampuan analisis yang kuat. Di sektor kepelabuhanan sendiri, kepastian hukum dan regulasi menjadi pilar utama yang mendukung kelancaran operasional, efektivitas kerja sama mitra, serta kualitas pelayanan prima kepada para pengguna jasa.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha seperti ini, Pelindo Regional 4 berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas generasi muda agar siap menghadapi tantangan dunia kerja serta melahirkan sumber daya manusia hukum yang kompeten dan berintegritas bagi pembangunan nasional.