RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Akselerasi digitalisasi ekosistem keuangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren peningkatkan yang signifikan. Berbagai upaya koordinasi yang dilakukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia berhasil memperluas penggunaan transaksi nontunai di kalangan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data realisasi program TPAKD Sulawesi Selatan hingga Triwulan II-2026, jaringan merchant UMKM yang telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menembus 158.590 merchant.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menyampaikan bahwa percepatan digitalisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan para pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan
"Penggunaan QRIS bagi 158 ribu lebih merchant UMKM ini bukan sekadar modernisasi sarana pembayaran. Lebih dari itu, transaksi digital menciptakan rekam jejak keuangan (credit scoring) yang rapi bagi UMKM, sehingga mereka lebih mudah mengakses fasilitas permodalan dari perbankan resmi," ujar Moh. Muchlasin saat memberikan pemaparan pada gelaran Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (3/10).
Mempercepat Akses Keuangan dan Kinerja Usaha
Menurut Muchlasin, digitalisasi produk dan layanan keuangan melalui kanal QRIS memberikan manfaat ganda bagi ekosistem bisnis UMKM. Dari sisi operasional, transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan aman karena meminimalkan risiko penggunaan uang palsu serta pencatatan manual yang rentan selisih.
Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani
Sementara dari sisi inklusi keuangan, pemanfaatan sistem pembayaran berbasis digital menjadi pintu masuk (entry point) bagi pelaku usaha mikro untuk mengenal dan memanfaatkan produk-produk jasa keuangan formal lainnya, seperti tabungan bisnis, asuransi usaha, hingga pengajuan kredit modal kerja.
"Ketika UMKM sudah terbiasa bertransaksi secara digital, secara otomatis literasi dan inklusi keuangan mereka ikut naik kelas. Usaha mikro yang dulunya tidak tersentuh perbankan (unbankable) kini menjadi sangat layak mendapatkan pembiayaan (bankable)," jelas Kepala OJK Sulselbar tersebut.
Sinergi Lintas Lembaga dan Edukasi di FIN Expo 2026
Baca Juga : Tembus 2,1 Juta Rekening! OJK dan TPAKD Sulsel Himpun Simpanan Pelajar Rp412,38 Miliar
Masifnya penetrasi QRIS hingga menyentuh ratusan ribu merchant ini merupakan hasil sinergi erat antara OJK, Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, pemerintah daerah, serta penyedia jasa pembayaran (PJP) perbankan dan non-bank. Sinergi ini diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan, pendaftaran merchant tanpa beban biaya tinggi, hingga sosialisasi keamanan transaksi digital.
Komitmen memperluas ruang digitalisasi UMKM ini turut dihadirkan secara nyata dalam gelaran FIN Expo 2026 di TSM Makassar yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026. Seluruh stan pameran dan tenant UMKM yang berpartisipasi dibekali fasilitas transaksi digital berbasis QRIS untuk memudahkan para pengunjung.
Muchlasin menegaskan OJK Sulselbar bersama TPAKD akan terus mendorong perluasan jaringan QRIS hingga ke sentra-sentra UMKM di kawasan perdesaan, pasar tradisional, serta objek wisata daerah.
Baca Juga : Tembus Rp1,18 Triliun! OJK Sulselbar Dorong Sektor Pangan dan UMKM Lewat Kredit Pinisi
"Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi keuangan ini berjalan inklusif, merata, dan dapat dinikmati oleh seluruh pelaku usaha lokal di Sulawesi Selatan tanpa terkecuali," pungkas Moh. Muchlasin.
