RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pembentukan karakter gemar menabung sejak dini di Sulawesi Selatan terus menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatatkan lompatan besar dalam penetrasi inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Melalui program One Student One Account (OSOA) yang diintegrasikan dengan gerakan Kejar Menabung (KEJAR), akumulasi simpanan pelajar di Sulawesi Selatan hingga Triwulan II-2026 telah menembus angka Rp412,38 miliar.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, membeberkan bahwa pencapaian nominal ratusan miliar tersebut bersumber dari pembukaan 2.187.810 rekening tabungan atas nama pelajar di berbagai tingkatan satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/sederajat.
Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan
"Capaian 2,1 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp412,38 miliar ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran finansial anak-anak sekolah di Sulawesi Selatan tumbuh sangat pesat," ujar Moh. Muchlasin dalam keterangannya di sela gelaran Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (3/10).
Membangun Fondasi Finansial Generasi Muda
Menurut Muchlasin, program KEJAR dan OSOA bukan sekadar upaya meningkatkan angka inklusi keuangan secara kuantitatif. Lebih dari itu, program ini menjadi instrumen edukasi paling mendasar untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak usia dini.
Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani
Kepemilikan rekening tabungan sejak sekolah memberikan pengalaman langsung bagi generasi muda dalam memanfaatkan layanan perbankan formal yang aman dan terbiasa merencanakan masa depan keuangan mereka. Langkah ini dinilai strategis untuk membentengi generasi muda dari potensi jeratan keuangan destruktif saat mereka dewasa kelak, seperti judi online maupun pinjaman online ilegal.
"Inklusi yang kita bangun dari bangku sekolah adalah fondasi jangka panjang. Anak-anak yang dari kecil sudah terbiasa memegang rekening sendiri dan paham cara menabung akan tumbuh menjadi konsumen jasa keuangan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah tergiur investasi bodong," tegas Kepala OJK Sulselbar tersebut.
Sinergi TPAKD dan Industri Perbankan
Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS
Keberhasilan menggaet lebih dari 2,1 juta pelajar ini tidak lepas dari kolaborasi masif TPAKD Sulsel bersama OJK, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, serta bank-bank peserta program KEJAR. Kolaborasi ini diwujudkan melalui aksi jemput bola ke sekolah-sekolah, kemudahan syarat pembukaan rekening tanpa biaya administrasi yang memberatkan, serta integrasi edukasi keuangan dalam kegiatan sekolah.
Data capaian ini turut dipamerkan sebagai salah satu milestone penting dalam bagan realisasi program kerja TPAKD Sulsel pada ajang pameran FIN Expo 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di TSM Makassar.
Muchlasin menegaskan OJK Sulselbar akan terus memacu pertumbuhan rekening aktif di kalangan pelajar. Targetnya tidak hanya sekadar membuka rekening baru, tetapi mendorong agar rekening-rekening tersebut aktif digunakan secara konsisten sebagai sarana menabung harian bagi para siswa.
Baca Juga : Tembus Rp1,18 Triliun! OJK Sulselbar Dorong Sektor Pangan dan UMKM Lewat Kredit Pinisi
"Kami akan terus mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan industri perbankan agar gerakan satu siswa satu rekening ini bisa menyasar hingga ke pelosok perdesaan dan pulau-pulau terluar di Sulawesi Selatan," tutup Moh. Muchlasin
