Minggu, 04 Oktober 2026 02:10

Indeks Inklusi Tembus 94 Persen, OJK Sulselbar Soroti Gap Literasi Keuangan Merekam Angka 33 Persen

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin

OJK Sulselbar mencatat Indeks Inklusi Keuangan Sulsel mencapai 94%, namun literasi baru 61%. Ada gap 33% masyarakat yang berisiko menggunakan jasa keuangan tanpa pemahaman mendalam.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengungkapkan fakta krusial mengenai lanskap keuangan di Sulawesi Selatan.

Meskipun tingkat akses masyarakat terhadap produk keuangan sudah sangat tinggi, pemahaman mendalam terkait risiko dan manfaat produk keuangan masih tertinggal jauh.

Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, membeberkan bahwa Indeks Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan saat ini telah menyentuh angka 94 persen. Namun, capaian tinggi tersebut belum sebanding dengan Indeks Literasi Keuangan daerah yang baru berada di level 61 persen. Kondisi ini menciptakan celah atau gap sebesar 33 persen.

Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan

"Angka gap 33 persen ini menunjukkan ada sepertiga masyarakat kita di Sulawesi Selatan yang sudah menggunakan layanan keuangan baik itu perbankan, pinjaman, maupun asuransi tetapi sebenarnya belum paham secara utuh hak, kewajiban, serta risiko dari produk yang mereka pakai," ujar Moh. Muchlasin di sela gelaran Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (3/10).

Kondisi gap yang lebar antara inklusi dan literasi dinilai rentan memicu berbagai persoalan finansial di masyarakat, mulai dari ketidakmampuan mengelola beban jeratan utang, terjebak investasi bodong, hingga penggunaan pinjaman digital ilegal. Menurut Muchlasin, tingginya angka inklusi tanpa diimbangi literasi yang memadai membuat masyarakat mudah tergiur kemudahan akses tanpa memperhitungkan ketersediaan dana dan mitigasi risiko jangka panjang.

Guna menekan celah tersebut, OJK Sulselbar terus menggenjot berbagai program edukasi terstruktur. Sepanjang Triwulan II-2026, OJK mencatat telah melaksanakan sebanyak 198 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau lebih dari 2,24 juta peserta di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani

Langkah edukasi ini juga disinergikan melalui momentum perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) lewat gelaran FIN Expo 2026 yang menghadirkan 28 stan dari berbagai Industri Jasa Keuangan (IJK). Stan-stan tersebut diwajibkan tidak sekadar melakukan transaksi komersial, melainkan membuka ruang edukasi dan konsultasi interaktif bagi pengunjung.

Kinerja Sektor Keuangan Sulsel Tetap Solid

Di tengah tantangan literasi, OJK Sulselbar mencatat bahwa fondasi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan secara umum tetap tumbuh solid, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,59 persen pada Triwulan II-2024, di atas rata-rata nasional.

Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS

Sektor perbankan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 4,87 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,9 persen, dan penyaluran kredit meningkat 5,41 persen. Kenaikan signifikan juga terjadi pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Sektor Pegadaian tumbuh melesat hingga 44,83 persen, pembiayaan Peer-to-Peer (P2P) Lending naik 29,64 persen, serta penghimpunan premi asuransi tumbuh 42,75 persen.

Sektor Pasar Modal pun menunjukkan tren positif dengan lonjakan jumlah investor (Single Investor Identification/SID) sebesar 81,62 persen, yang didominasi oleh pertumbuhan investor Reksadana sebesar 84 persen.

Melalui pelaksanaan FIN Expo 2026 yang menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung, OJK Sulselbar optimistis angka pemahaman keuangan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Dengan literasi yang makin kuat, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna pasif produk keuangan, tetapi juga konsumen yang cerdas dan berdaya dalam mengelola aset finansial mereka.

#OJK sulselbar #literasi keuangan #Inklusi keuangan #Moh Muchlasin #FIN Expo 2026 #keuangan inklusif