RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar resmi menggelar puncak perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Oktober 2026 ini, menghadirkan rangkaian pameran interaktif untuk memperkuat sinergi antara Industri Jasa Keuangan (IJK) dan masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam acara puncak yang berlangsung pada Sabtu (3/10), Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan FIN Expo 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan (gap) antara indeks inklusi dan literasi keuangan di wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan
Menurutnya, tingkat masyarakat yang mengakses produk keuangan sudah tinggi, namun pemahaman mendalam terkait manfaat dan risiko produk tersebut masih perlu ditingkatkan. Melalui kehadiran 28 stan pameran IJK, FIN Expo 2026 ditargetkan dapat menjangkau puluhan ribu pengunjung sekaligus mendorong nilai transaksi keuangan daerah.
Ketua Panitia FIN Expo 2026 yang juga menjabat sebagai Regional CEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, menegaskan bahwa pameran ini dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan konsultasi keuangan langsung.
Momentum ini diharapkan dapat mendorong koordinasi antar-lembaga jasa keuangan untuk secara konsisten memfasilitasi kebutuhan perbankan, pembiayaan, hingga investasi bagi masyarakat luas.
Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya FIN Expo 2026.
Ia menyoroti pentingnya keterlibatan sektor keuangan dalam memperkuat kemudahan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Selain itu, Fatmawati juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda (Gen Z) agar senantiasa meningkatkan kesadaran finansial guna menghindari risiko investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS
Pemprov Sulsel bersama OJK dan FKIJK berkomitmen untuk terus melanjutkan kolaborasi strategis ini demi menciptakan ekosistem keuangan daerah yang aman, inklusif, dan berdaya saing.
