RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar mengakhiri rangkaian peringatan hari jadinya melalui puncak acara Dies Natalis ke-35 yang digelar di Lapangan Rektorat Poltekpar Makassar pada Jumat (18/9/2026). Perayaan tahun ini mengusung tema "Kebanggaan & Sinergi: 35 Tahun Mengukir Prestasi, Bersama Membangun Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan".
Agenda tahunan tersebut menjadi momentum strategis bagi institusi untuk merenungkan perjalanan panjangnya sejak berdiri pada tahun 1991, sekaligus mempertegas perannya dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor jasa dan pariwisata nasional.
Acara puncak ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, mahasiswa, pengurus Dharma Wanita Persatuan, purnabakti, hingga pemangku kepentingan (stakeholders) industri pariwisata. Salah satu rangkaian utama perayaan diisi dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Syamsu Rijal, M.Pd., CHE., yang mengulas dinamika serta peluang pengembangan SDM pariwisata di era modern.
Baca Juga : Gelar Community Challenge, Haka Auto Kenalkan Teknologi Dual Mode BYD M6 di Makassar dan Madiun
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE., menyatakan bahwa perjalanan 35 tahun merupakan proses transformasi berkelanjutan dalam menjalankan mandat sebagai perguruan tinggi vokasi.
"35 tahun bukan hanya tentang usia, tetapi tentang apa yang telah kita lakukan dan kontribusi yang telah kita berikan. Perjalanan sejak 1991 hingga hari ini menjadi modal bagi kita untuk terus melangkah, memperkuat sinergi, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pariwisata yang berkelanjutan," tegas Herry.
Fokus pada Keberlanjutan dan Apresiasi Civitas Akademika
Baca Juga : Wisuda XXV Poltekpar Makassar: Wamenpar Ni Luh Puspa dan Direktur Dorong SDM Pariwisata Berkelanjutan
Herry menambahkan, penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) kini menjadi fondasi mendasar dalam pendidikan pariwisata. Lulusan Poltekpar Makassar tidak sekadar dituntut menguasai keterampilan teknis (hard skills), namun juga wajib memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kearifan lokal, serta fleksibilitas terhadap tren industri yang dinamis.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan kurikulum vokasi, penelitian terapan, pengabdian masyarakat, serta penjalinan kolaborasi erat bersama pemerintah daerah dan pelaku industri.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang diberikan, manajemen memberikan penghargaan khusus kepada:
Baca Juga : Bisnis Pegadaian Tumbuh, Pelatihan Barista Jadi Jalan Dorong UMKM Makassar Naik Kelas
Mahasiswa Terbaik: Perwakilan peserta didik berprestasi dari tiap program studi.
Dosen & Pegawai Terbaik: Apresiasi bagi tenaga pengajar serta ASN dan PPPK yang menunjukkan kinerjanya secara optimal.
Acara puncak ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Direktur Poltekpar Makassar, didampingi jajaran mantan Direktur Poltekpar Makassar dari masa ke masa, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Pegadaian Dorong TJSL Naik Level, Pelatihan Barista Bekali Warga Makassar dengan Skill Produktif
Melalui momentum ini, Poltekpar Makassar menegaskan kesiapannya untuk terus mencetak generasi profesional yang kompeten dan siap mengawal masa depan pariwisata Indonesia.