RAKYATKU.COM, MAKASSAR— Peluang kerja di luar negeri membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis. Kemampuan berbahasa, pemahaman terhadap budaya, serta kesiapan menghadapi standar kerja negara tujuan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi calon pekerja migran.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Hasanuddin melalui UNHAS Migrant Service Center meluncurkan Kelas Migrant Batch 1 Training Bahasa dan Budaya Jepang.
Program ini dirancang sebagai tahap persiapan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang.
Baca Juga : Luruskan Miskomunikasi, Unhas Pastikan Mahasiswa Difabel Dapat Kebijakan Hunian Khusus Selama Renovasi
Launching Kelas Migrant dibuka oleh Wakil Rektor V Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., didampingi Ketua UNHAS Migrant Service Center, Dr. Ns. Takdir Tahir, M.Kes., dan jajaran pimpinan lainnya. Kegiatan berlangsung pada Jumat (21/08) di MSC Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.
Batch pertama diikuti delapan peserta dari beragam latar belakang pendidikan. Mereka merupakan alumni Fakultas Keperawatan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Teknik Unhas, alumni Universitas Manado, dan lulusan sekolah menengah kejuruan.
Selama kurang lebih enam bulan, peserta akan mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dengan melibatkan pengajar dari Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Proses pembelajaran tersebut diarahkan untuk membangun kompetensi komunikasi sekaligus pemahaman terhadap lingkungan sosial dan budaya kerja di negara tujuan.
Program ini menargetkan peserta memperoleh sertifikat kemampuan Bahasa Jepang level N4 serta memenuhi kualifikasi Specified Skilled Worker (SSW). Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, peserta ditargetkan dapat berangkat ke Jepang pada Januari–Februari 2027 melalui PT Hadin Manpower, menyesuaikan job order yang tersedia.
Prof. Amir Ilyas menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap Kelas Migrant dapat terus berlanjut melalui pembukaan batch berikutnya. Menurutnya, perluasan program dapat membuka kesempatan lebih besar bagi alumni dan masyarakat untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja internasional secara profesional.
“Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan dapat membuka batch berikutnya, sehingga semakin banyak alumni maupun masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk bekerja secara profesional di luar negeri,” jelas Prof.Amir.
Baca Juga : LPS Gandeng Unhas, Perkuat Literasi Keuangan dan Siapkan SDM Unggul Indonesia Timur
Sementara itu, Dr. Takdir Tahir menjelaskan bahwa Kelas Migrant Batch 1 merupakan langkah awal UNHAS Migrant Service Center dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi persaingan pasar kerja internasional, khususnya di Jepang.
Melalui program ini, Unhas bersama mitra berupaya membangun jalur persiapan yang lebih terstruktur bagi calon pekerja migran, mulai dari penguatan kemampuan bahasa hingga pemenuhan kompetensi yang dipersyaratkan oleh pasar kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas akses kerja luar negeri bagi alumni dan masyarakat.