Rabu, 12 Agustus 2026 23:45

Kinerja Keuangan Melesat Pasca-Merger, XLSMART Catat Laba Bersih Rp 2,73 Triliun pada Semester I-2026

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART”) menunjukkan performa bisnis yang kian solid sepanjang semester pertama (1H) 2026
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART”) menunjukkan performa bisnis yang kian solid sepanjang semester pertama (1H) 2026

XLSMART raih pendapatan Rp 24,03 triliun dan laba bersih Rp 2,73 triliun pada 1H 2026 didorong perluasan jaringan 5G dan efisiensi merger

RAKYATKU.COM, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART”) menunjukkan performa bisnis yang kian solid sepanjang semester pertama (1H) 2026. Keberhasilan ini didorong oleh percepatan realisasi sinergi pasca-merger, efisiensi biaya operasional, serta lonjakan konsumsi data masyarakat.

Perseroan membukukan pendapatan total senilai Rp 24,03 triliun, melonjak 26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Sementara itu, EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) meningkat 19% YoY mencapai Rp 11,05 triliun dengan margin stabil di angka 46%.

Pencapaian paling signifikan terlihat pada laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT), yang melonjak tajam hingga 294% YoY menjadi Rp 2,73 triliun seiring meredanya beban biaya integrasi.

Baca Juga : Smartfren XLSMART Bawa Layanan Unlimited 5G ke Makassar, Hadirkan Internet Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota

Fokus Optimalisasi Jaringan dan Efisiensi

Memasuki pertengahan tahun 2026, XLSMART secara resmi bertransisi dari fase integrasi ke fase optimalisasi. Hingga Juni 2026, proses penyatuan pemancar telah mencapai 92%, di mana sekitar 15 ribu menara seluler duplikat (redundant sites) telah dibongkar (dismantled) untuk menekan biaya operasional berulang.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa penataan infrastruktur ini berdampak langsung pada pengalaman pengguna serta profitabilitas perusahaan.

Baca Juga : InfraNexia Cetak Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Eksternal Melonjak 31 Persen

"Fokus kami ke depan adalah memastikan seluruh kekuatan hasil merger—mulai dari konsolidasi site hingga perluasan spektrum—dapat dirasakan langsung oleh pengguna melalui kualitas jaringan unggulan, cakupan 5G blanket coverage yang makin luas, serta pengalaman digital yang relevan," terang Rajeev.

Ekspansi Jaringan Luar Jawa dan Penguatan Layanan 5G

Kinerja komersial XLSMART terus menunjukkan tren positif yang didukung oleh beberapa capaian strategis:

Baca Juga : Indosat Pacu Pertumbuhan Digital di Indonesia Timur: Trafik Data Melonjak, Jaringan 5G dan AI Makin Diperluas

Trafik Data & ARPU: Trafik layanan data melambung 19% YoY mencapai 7.934 Petabytes. Hal ini mendorong kenaikan rerata pendapatan per pengguna (Blended ARPU) menjadi Rp 47,1 ribu dari sebelumnya Rp 38,2 ribu.

Perluasan BTS: Total infrastruktur BTS tumbuh 26% YoY menjadi 265.442 unit. Sekitar 50% penambahan BTS baru difokuskan di luar Pulau Jawa (seperti Sulawesi dan Kalimantan) serta penguatan 5G blanket coverage di Balikpapan dan Banjarmasin.

Jaringan 5G Nasional: Layanan 5G XLSMART telah menjangkau 52 kota, termasuk kota-kota baru seperti Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai, didukung sekitar 15 ribu BTS 5G yang mencakup 23% populasi nasional.

Baca Juga : Telkomsel Kantongi Spektrum Terbesar, Siap Percepat 5G dan Perkuat Pengalaman Digital Indonesia

Realisasi Sinergi: Gross synergy pasca-merger hingga semester I-2026 mencapai US153 juta, naik tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu (US48 juta).

Inovasi Layanan & Kolaborasi: Aplikasi digital perusahaan (myXL, AxisNet, dan mySF) mencatat 36 juta Monthly Active Users (MAU). XLSMART juga bermitra dengan Google menghadirkan akses Gemini AI Plus dan Cloud Storage gratis bagi pelanggan guna meningkatkan loyalitas pengguna.

Seiring penguatan jaringan, XLSMART turut meraih penghargaan dari Ookla® sebagai Indonesia’s Best Mobile Network 2026, Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience. Dari sisi neraca keuangan, total utang kotor perseroan berhasil ditekan menjadi Rp 20,87 triliun dengan rasio net debt to EBITDA berada di level aman 2,61x.

#XLSMART #KinerjaEmiten #telekomunikasi #LaporanKeuangan #Jaringan5G #BisnisDigital #SahamXLSMART