Senin, 10 Agustus 2026 11:45
Pratikno (Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbara & Maluku)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Di tengah eskalasi konflik geopolitik global yang kian memanas, khususnya di jalur perdagangan energi vital seperti Selat Hormuz, perilaku pasar keuangan kerap memunculkan teka-teki. Kebijaksanaan konvensional mengajarkan bahwa krisis geopolitik akan memicu aksi borong emas sebagai aset aman (safe-haven). Namun, fenomena terkini justru menunjukkan koreksi serentak pada hampir seluruh aset utama—mulai dari saham, kripto, hingga emas.

 

Kondisi ini bukanlah bentuk penurunan nilai intrinsik logam mulia, melainkan imbas dari penyesuaian hebat mekanika likuiditas Dolar AS (USD) global. Terdapat dua kekuatan utama yang menyedot likuiditas USD dari sistem keuangan global:

Jebakan Likuiditas Petrodolar: Lonjakan ancaman pasokan energi memaksa berbagai negara mengamankan cadangan minyak dengan USD, sehingga menguras cadangan dolar cair di pasar internasional dengan cepat.

Baca Juga : Bisnis Pegadaian Tumbuh, Pelatihan Barista Jadi Jalan Dorong UMKM Makassar Naik Kelas

Dinamika Moneter Jepang: Perubahan suku bunga di Jepang memicu penutupan posisi Yen Carry Trade. Investor terpaksa melepas berbagai aset global demi mendapatkan likuiditas USD guna memenuhi kewajiban margin call.

 

Mekanisme Likuidasi dan Navigasi Investasi

Aksi jual pada emas sejatinya terjadi karena kedudukannya sebagai aset yang paling likuid dan paling mudah dicairkan (sell what you can sell) demi memenuhi kebutuhan kas mendadak. Koreksi harga di layar bursa lebih merefleksikan penguatan tajam Dolar AS secara singkat, bukan melesunya fundamental emas.

Baca Juga : Pegadaian Dorong TJSL Naik Level, Pelatihan Barista Bekali Warga Makassar dengan Skill Produktif

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, koreksi teknis ini menjadi momentum tepat untuk menyusun strategi akumulasi aset jangka panjang, seperti metode Dollar Cost Averaging (DCA). Manajemen portofolio kini semakin dimudahkan oleh modernisasi platform digital, salah satunya aplikasi TRING (Aplikasi emas by Pegadaian) yang memungkinkan masyarakat menabung dan mengamati harga emas secara transparan. Sementara bagi pelaku usaha, ketersediaan opsi gadai emas digital hadir sebagai solusi arus kas cepat tanpa harus mengorbankan kepemilikan aset strategis mereka.

Poin-Poin Utama Opini:

Fenomena Kejutan Likuiditas: Emas ikut terkoreksi saat krisis bukan karena kehilangan daya pikat, melainkan dilepas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Dolar AS yang mendesak.

Baca Juga : Dari Skill Jadi Cuan, Pegadaian Buka Peluang Warga Makassar Masuk Bisnis Kopi

Dua Pemacu Utama: Pengetatan transaksi petrodolar dan pembongkaran Yen Carry Trade menjadi penyebab utama kelangkaan likuiditas dolar.

Solusi Finansial & Fleksibilitas Digital: Pemanfaatan platform digital seperti aplikasi TRING serta fasilitas gadai emas membantu menjaga ketahanan arus kas dan akumulasi investasi secara terukur.