Selasa, 04 Agustus 2026 22:57
Pembukaan Rakerkonas APINDO XXXV , selasa(4/7)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menegaskan bahwa penguatan ketahanan ekonomi nasional harus dimulai dengan menyelesaikan akar masalah di sektor riil. Di tengah fragmentasi global, volatilitas harga energi, dan disrupsi rantai pasok, dunia usaha mendesak pemerintah untuk fokus memperbaiki permasalahan dari sisi hulu ketimbang hanya berdebat di hilir saat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah terjadi.

 

Pesan tegas tersebut disampaikan Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke-35 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (4/8/2026).

Shinta menyoroti berbagai persoalan struktural di dalam negeri yang masih membebani dunia usaha, seperti tingginya biaya produksi, harga energi dan logistik yang mahal, kendala pasokan bahan baku, hingga birokrasi dan regulasi yang belum efisien. Selain itu, tantangan ketenagakerjaan Indonesia juga dinilai sangat mendesak, di mana 67 persen pengangguran saat ini didominasi oleh Generasi Z dan hampir 60 persen tenaga kerja masih terserap di sektor informal.

Baca Juga : Gaet 200 Peserta, APINDO Gelar Turnamen Golf Berhadiah Rumah Mewah dan Kas Rp1,8 Miliar di Padi Valley

"Jika kita sungguh ingin mencegah PHK, kita tidak boleh hanya sibuk berdebat di hilir. Kita harus berani memperbaiki permasalahan hulunya," tegas Shinta. Menurutnya, setiap hambatan berusaha yang dibiarkan akan memutus multiplier effect yang seharusnya bisa menciptakan investasi baru dan membuka lapangan kerja.

 

Sebagai bentuk solusi nyata, APINDO telah membentuk Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha. Tim ini bertugas menginventarisasi, mengawal, dan memetakan penyelesaian lebih dari 14 isu strategis dunia usaha, seperti kepastian pasokan bahan baku, harga gas industri, sertifikasi halal, aturan Extended Producer Responsibility (EPR), hingga penyempurnaan RUU Ketenagakerjaan.

Pembukaan Rakerkonas APINDO XXXV ini turut dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga : Hadapi Tekanan Ekonomi Global, APINDO Gelar Rakerkonas ke-35 di Makassar untuk Rumuskan Solusi Dunia Usaha

Dalam forum tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pemerintah berkomitmen terus memperkuat iklim investasi melalui deregulasi, transisi energi, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR siap menjaga kepastian hukum serta mendorong pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang konstruktif dan adaptif bagi dunia usaha maupun pekerja.

Selain agenda pembahasan regulasi, rangkaian Rakerkonas ke-35 ini juga dimeriahkan oleh APINDO Business Investment Expo yang dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, pada 3 Agustus 2026. Ajang ini dilengkapi dengan Business Matching Session yang mempertemukan para duta besar negara sahabat dan investor internasional dengan perwakilan daerah untuk menggaet investasi berkualitas di seluruh wilayah Indonesia