Senin, 03 Agustus 2026 22:07
Lonjakan terbesar disumbang oleh sektor Pergadaian serta industri Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) resmi
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Industri Keuangan Non-Bank yang tergabung dalam sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) di Sulawesi Selatan mencatatkan tren pertumbuhan yang signifikan hingga pertengahan tahun 2026. Lonjakan terbesar disumbang oleh sektor Pergadaian serta industri Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) resmi.

 

Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulselbar, Ahmad Murad, mengungkapkan bahwa bisnis pembiayaan berbasis teknologi (fintech lending) di Sulsel mencatatkan outstanding pinjaman sebesar Rp2,64 triliun per Mei 2026. Angka tersebut melonjak tajam hingga 29,64% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan tertinggi di kategori PVML justru dicatatkan oleh sektor Pergadaian," ujar Ahmad Murad. OJK mencatat nilai outstanding pinjaman pergadaian di Sulawesi Selatan meroket 44,83% (yoy) hingga menembus angka Rp12,58 triliun per Mei 2026.

Baca Juga : Edukasi Keuangan Masif dan Perlindungan Konsumen: OJK Sulselbar Tangani 5,1 Ribu Aduan hingga Juli 2026

Tak hanya pinjol legal dan pergadaian, kinerja perusahaan pembiayaan (multifinance) juga menunjukkan tren positif dengan penyaluran piutang pembiayaan mencapai Rp19,39 triliun, atau tumbuh 3,56% (yoy). Sementara itu, pembiayaan modal ventura turut mengalami pertumbuhan sebesar 3,48% (yoy) dengan total nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp389 miliar.

 

Pertumbuhan masif pada sektor PVML ini menunjukkan makin tingginya alternatif akses pendanaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha di Sulawesi Selatan, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.