Senin, 03 Agustus 2026 21:21
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAROS - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan bibit mangrove dan dukungan pengembangan sarana prasarana ekowisata mangrove sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan penerbangan.

 

Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan operasional penerbangan. Penanaman Mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan sekitar bandara yang dilakukan secara terencana dan berbasis kajian lingkungan.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin meminimalkan potensi serangan burung dengan menerapkan pengelolaan habitat satwa liar di sekitar kawasan operasional agar tidak meningkatkan konsentrasi burung pada jalur lepas pantai maupun pesawat terbang. Oleh karena itu, pengelolaan vegetasi dilakukan termasuk penanaman mangrove, dilaksanakan dengan memperhatikan hasil kajian habitat satwa liar, karakteristik lingkungan serta imunisasi bersama instansi terkait.

Baca Juga : Kedatangan Perdana Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tahun 2026 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha menyampaikan bahwa program CSR ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus kontribusi dalam mendukung keselamatan penerbangan.

 

“Pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Melalui bantuan bibit mangrove ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat dan berkelanjutan” ujar Ruly Artha.

Selain menyebarkan bibit mangrove, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga memberikan dukungan pengembangan sarana dan prasarana dalam mendorong kawasan mangrove menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Melalui peningkatan fasilitas pendukung, mampu menjadi ruang edukasi lingkungan, konservasi pesisir, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga : Posko Nataru 2025/2026 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Mulai Operasikan Hari Ini

Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp250.500.000, terdiri atas bantuan 60.000 bibit mangrove senilai Rp77.500.000 serta dukungan pengembangan sarana dan prasarana senilai Rp173.000.000. Bantuan tersebut disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat.

Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Hidayat Paloloi menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui program CSR ini. Bantuan bibit mangrove dan pengembangan sarana prasarana tidak hanya mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan operasional penerbangan, Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan sehingga upaya konservasi lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan” Ujar Hidayat Paloloi.

Baca Juga : Posko Angkutan Udara Lebaran 2025 di Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Beroperasi

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkomitmen dalam memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dengan menjaga kelestarian ekosistem pesisir sesuai prinsip konservasi dan hasil penelitian lingkungan, sehingga manfaat ekologisnya dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan.