RAKYATKU.COM, JAKARTA – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk menguatkan pesan perlindungan anak melalui pendekatan edukatif. Salah satunya dengan menggelar premiere film Sahabat Anak di Atrium Mall Bassura, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026), yang mengangkat pentingnya menciptakan lingkungan sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., pemerhati anak Kak Seto Mulyadi, insan perfilman, pegiat perlindungan anak, serta ratusan anak bersama keluarga. Film ini menjadi media edukasi yang menyampaikan pesan tentang perlindungan anak, pendidikan karakter, dan pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan kasih sayang, tetapi juga memastikan mereka terhindar dari pangan yang tidak aman, obat-obatan berbahaya, hingga berbagai produk kesehatan yang tidak memenuhi standar.
Menurutnya, BPOM memiliki tanggung jawab untuk menjamin setiap produk obat, pangan olahan, vaksin, maupun produk kesehatan yang dikonsumsi anak telah memenuhi aspek keamanan, mutu, dan khasiat sehingga mampu mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Selain memperkuat pengawasan produk, BPOM juga terus membangun kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui penandatanganan Programme Document (ProDoc) 2026–2030 bersama UNICEF guna menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat bagi anak Indonesia. BPOM juga memperluas Program Pembudayaan Keamanan Pangan di Sekolah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar edukasi keamanan pangan menjadi bagian dari pembelajaran sejak usia dini.
Di sisi lain, BPOM turut mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan makanan yang disajikan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan pangan. Pengawasan terhadap vaksin yang aman dan bermutu juga terus dilakukan untuk mendukung perlindungan kesehatan anak melalui imunisasi.
Taruna Ikrar juga mengingatkan meningkatnya penyalahgunaan obat-obatan tertentu di kalangan remaja yang dinilai dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika. Karena itu, BPOM memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk meningkatkan literasi kesehatan bagi keluarga serta memperkuat pengawasan terhadap peredaran obat.
Sementara itu, pemerhati anak Kak Seto Mulyadi menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak. Menurutnya, komunikasi yang baik, perhatian, serta lingkungan yang aman menjadi modal penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, dan berkarakter.
Selain fokus pada perlindungan kesehatan, BPOM juga terus mendukung pemberdayaan UMKM melalui pendampingan, pelatihan, hingga kemudahan registrasi produk. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga yang pada akhirnya turut menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
Baca Juga : Astra Motor Sulsel Gandeng UMKM KT Cokonuri Edukasi 150 Siswa SMPN 40 Makassar Pilah Sampah
Menutup kegiatan tersebut, Taruna Ikrar mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi penerus bangsa.
"Mari kita hadirkan rumah yang aman, sekolah yang sehat, dan kebijakan yang berpihak kepada anak. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita lindungi hari ini," ujarnya.