RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergi dengan seluruh jejaring donor darah guna menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan jejaring donor darah yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Kamis (23/7/2026), sekaligus menjadi ajang pemberian penghargaan kepada puluhan pendonor sukarela yang telah mendedikasikan dirinya dalam aksi kemanusiaan.
Kegiatan yang diikuti Unit donor darah (UDD), Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), komunitas donor darah, panitia donor, serta para relawan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan darah di Sulawesi Selatan tetap terpenuhi di tengah tingginya permintaan pelayanan kesehatan.
Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan kebutuhan darah di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 16.000 kantong setiap bulan, dengan Kota Makassar menyumbang sekitar 7.000 kantong darah.
Baca Juga : Rayakan Dies Natalis Ke-7, Kalla Institute Gelar Aksi Donor Darah hingga Forum "Ask The Leaders"
"Makassar saja membutuhkan kurang lebih 7.000 kantong darah setiap bulannya. Ini tentu angka yang sangat besar. Jika kita tidak mampu mengoordinasikannya dengan baik bersama seluruh jejaring donor darah, maka stok darah akan selalu terasa kurang di masyarakat," ujar Adnan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar distribusi darah di setiap daerah berjalan optimal sehingga pelayanan rumah sakit tidak terganggu ketika masyarakat membutuhkan transfusi darah.
Dalam kesempatan tersebut, PMI Sulsel juga memberikan penghargaan kepada 90 pendonor sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 50 hingga 75 kali. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membantu menyelamatkan nyawa sesama.
Beberapa penerima penghargaan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, termasuk sejumlah tokoh masyarakat seperti mantan Bendahara PMI Sulsel Risal Tandiawan dan Musyafir Nu'mang, yang telah mencatatkan 202 kali donor darah sejak berusia 17 tahun.
Adnan menegaskan, PMI juga terus mengusulkan penghargaan yang lebih tinggi bagi para pendonor dengan dedikasi luar biasa.
"Untuk pendonor yang telah mencapai 100 kali donor darah, kami mengusulkan agar memperoleh Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan secara nasional di Jakarta pada peringatan Hari Ulang Tahun PMI," katanya.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Sulsel, dr. A. Miranty FP, menjelaskan bahwa pertemuan jejaring donor darah merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat koordinasi antara UDD PMI, Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), panitia donor, serta komunitas pendonor sukarela.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat sinergi seluruh jejaring donor darah. Tanpa pendonor sukarela, pelayanan transfusi darah tidak akan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi," ujar dr. Miranty.
Ia mengungkapkan, saat ini UDD PMI Sulsel mampu memenuhi rata-rata sekitar 4.000 kantong darah setiap bulan. Namun melihat tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan, pihaknya menargetkan peningkatan pasokan menjadi 5.000 hingga 6.000 kantong darah per bulan.
Target tersebut akan dicapai melalui penguatan edukasi mengenai pentingnya donor darah, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, serta membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas donor sukarela di berbagai daerah.
"Semakin banyak masyarakat yang menjadi pendonor rutin, maka semakin besar pula peluang kita memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit. Donor darah bukan hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menjadi investasi kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan banyak orang," tutup dr. Miranty.
Melalui penguatan sinergi jejaring donor darah dan pemberian apresiasi kepada para pendonor setia, PMI Sulawesi Selatan optimistis mampu meningkatkan ketersediaan stok darah sekaligus membangun budaya donor darah sukarela yang semakin kuat di tengah masyarakat.