Rabu, 22 Juli 2026 10:44
(Kiri ke kanan) Mike Wiluan (Chief Executive Officer Nongsa Digital Park), Setyanto Hantoro (Managing Director Business 2 Danantara Indonesia), Kartika Listriana (Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia), Kris Wiluan (Chairman Citramas Group), Nyanyang Haris Pratamura (Wakil Gubernur Kepulauan Riau), Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia), Gan Kim Yong (Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura), Dian Siswarini (Direktur Utama Telkom Indonesia), Hotmangaraja Panjaitan (Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura), Andreas Sohmen-Pao (Chairman BW Group), dan Ludovic Hutier (Chief Executive Officer BW Digital) melakukan prosesi simbolis pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam, Senin (20/7). Kolaborasi strategis ini memperkuat koridor digital Indonesia–Singapura sekaligus mendorong pengembangan ekosistem digital regional melalui infrastruk
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM, BATAM- Indonesia menorehkan langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital nasional. PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, bersama BW Digital dan Nongsa Digital Park (NDP), resmi melakukan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam, Senin (20/7/2026).

 

Infrastruktur ini menjadi fondasi baru yang memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia menuju kawasan Asia Tenggara.

Prosesi pendaratan kabel dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan, Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura serta jajaran direksi Telkom, Telin, BW Digital, dan Nongsa Digital Park.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Perluas Akses Layanan JKN hingga Pelosok Indonesia Lewat VIOLA dan BPJS Keliling

Bangun Koridor Digital Baru Indonesia-Singapura

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat agar mampu bersaing dalam ekonomi digital global.

Menurutnya, pendaratan kabel NCC bukan sekadar pembangunan jaringan telekomunikasi, tetapi menjadi fondasi terbentuknya koridor digital baru yang akan memperkuat hubungan ekonomi digital Indonesia dan Singapura.

Baca Juga : Percepat Transformasi TLKM 30, Telkom Pangkas 10 Anak Usaha untuk Efisiensi Operasional

"NCC menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia. Kehadiran NCC diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya investasi, inovasi, dan aktivitas ekonomi baru berbasis teknologi," ujar Airlangga.

Jawab Ledakan Kebutuhan Cloud dan AI

NCC dibangun dengan panjang sekitar 50 kilometer dan memiliki kapasitas 24 fiber pairs, dirancang untuk memenuhi lonjakan kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi dan latensi rendah.

Baca Juga : Mengubah Langkah Transaksi Menjadi Kekuatan Finansial Nasional

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi perkembangan layanan cloud computing, hyperscaler, Artificial Intelligence (AI), hingga interkoneksi pusat data (data center) yang tumbuh pesat di kawasan Asia Tenggara.

NCC juga menjadi salah satu dari dua sistem kabel bawah laut Batam-Singapura yang dikembangkan TelkomGroup melalui Telin, bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA) sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE). 

 Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia

Baca Juga : Telkom Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Transformasi Mulai Berbuah di Tengah Ketatnya Persaingan Digital

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro menilai investasi pada infrastruktur digital memiliki dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan jaringan telekomunikasi.

Menurutnya, penguatan infrastruktur digital akan menjadi katalis bagi tumbuhnya berbagai sektor industri sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ekonomi digital global.

"Penguatan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri. Kehadiran NCC diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi yang mendorong investasi baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional," katanya.

Baca Juga : Telkomsel Prestige Hadirkan Pengalaman Eksklusif Star Wars untuk Pelanggan di Makassar

## Telkom Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Digital Regional

Direktur Utama Telkom  Dian Siswarini mengatakan pembangunan NCC merupakan bagian dari strategi jangka panjang TelkomGroup dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Ia menilai kolaborasi Indonesia dan Singapura melalui pembangunan kabel bawah laut akan memberikan manfaat strategis bagi kedua negara.

"Melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. NCC menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang semakin terhubung dan berdaya saing," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menjelaskan bahwa NCC akan membuka jalur konektivitas internasional baru yang mampu mendukung perkembangan industri digital berbasis cloud, AI, hyperscaler, hingga pusat data.

"NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, ai, hyperscaler, serta interkoneksi data center yang menjadi fondasi transformasi digital kawasan," jelasnya.

 Batam Diproyeksikan Jadi Magnet Investasi Digital

Chief Executive Officer BW Digital Ludovic Hutier mengatakan keberhasilan pendaratan NCC menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia di Asia Tenggara.

Menurutnya, NCC menjadi bagian penting dari ekosistem digital BW Digital yang juga mencakup jaringan serat optik Citra Connect serta pusat data NDP1 berkapasitas 144 MW di Nongsa Digital Park.

Senada dengan itu, CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan menegaskan bahwa pendaratan kabel bawah laut ini merupakan awal dari pengembangan ekosistem digital yang lebih besar.

Ia menyebut Nongsa Digital Park kini tidak hanya menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis digital, tetapi juga gerbang baru bagi berbagai sistem kabel bawah laut domestik maupun internasional.

"Dengan menyatukan konektivitas, pusat data, cloud, ai, dan talenta digital dalam satu ekosistem, kami tengah membangun jembatan digital yang memungkinkan Indonesia memainkan peran yang semakin besar dalam ekonomi digital global," kata Mnasiona

Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Digital

Pendaratan NCC diyakini akan mempercepat pertumbuhan investasi infrastruktur digital, meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi pembangunan pusat data bertaraf internasional, sekaligus memperluas peluang bisnis bagi pelaku industri digital.

Dengan meningkatnya kebutuhan layanan berbasis kecerdasan artifisial, komputasi awan, dan ekonomi digital, keberadaan kabel bawah laut generasi baru ini menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mempercepat transformasi menuju kedaulatan digital nasional.

BERITA TERKAIT